Hidup Sendiri, Pria Tua Asal Pakisaji Salurkan Hasrat Seks dengan Cabuli Anak TK

Pelaku pencabulan dibekuk polisi

MALANG – Apa yang dilakukan Macmud Jauri, 48, benar-benar keterlaluan. Sebagai pria dewasa, ia sudah menyalahi aturan dengan mencabuli anak tetangganya sendiri yang masih berusia 6 tahun.

“Aksi bejat tersangka ini dilakukannya terhadap anak tetangganya sendiri. Diakui ibunya pelaku memegang kemaluan anaknya sampai dua kali,” urai Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.

Sehari-hari pria yang akrab disapa Cak Mud ini tinggal di Dukuh Karangduren RT 3 RW 2 Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang hidup dengan menumpang di rumah temannya. Aksi bejat itu pun dilakukan di rumah tersebut.

Dengan iming-iming kue, anak perempuan berusia 6 tahun yang masih duduk di bangku TK itu pun menurut saja diajak ke dalam ruang tengah yang memang sepi.

Selain dicabuli, diakui tersangka, korban berinisial LNF ini juga dipaksa untuk memegang kemaluannya. “Cuman satu kali kok. Saya tidak janji apa-apa cuman saya kasih kue. Kalau mau kue ke rumah, gitu,” terang tersangka yang saban hari mengaku bekerja serabutan, saat diinterogasi di Unit PPA Polres Malang, Senin, (27/5).

Aksi bejat tersangka pun diakui orang tua korban pada April 2019 setelah korban yang merupakan anaknya sendiri mengaku kemaluannya sakit. “Korban dicabuli sebanyak dua kali oleh korban. Yaitu pada akhir Desember 2018 sama Maret 2019,” ujar Yulistiana.

Tapi dia mengaku hanya sekali mencabuli korban. Pria yang diketahui belum menikah ini mengaku khilaf saat melakukan perbuatannya. “Saya nggak tau kok langsung ada pikiran kayak gitu, khilaf aja,” sesalnya.

Kini, pria itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Karena perbuatannya, dia melanggar Pasal 82 Jo Pasal 76E UU No 35 Tahun 2014 atas perubahan UU No 23 Tahun 2002 atas perlindungan anak.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Elfran Vido