Hidup Mati di Final Dini

BANDUNG – Pertemuan Arema FC menantang Persib Bandung pada leg pertama Babak 16 Besar Piala Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat sore nanti (18/2), layaknya final dini. Karena kedua tim inilah yang digadang-gadang menjadi juara pada ajang tahunan ini.

Selama ini, rivalitas kedua tim papan atas sepak bola tersebut selalu menyuguhkan pertandingan yang panas. So, pada laga yang dimulai pukul 15.00 nanti diprediksi juga bakal seru. Penuh drama.

Mulai di lini belakang, tengah, hingga depan, kedua tim bertabur bintang. Pertarungan Hamka Hamzah di bek Arema dengan Esteban Viscarra di kubu Persib akan jadi sajian mendebarkan.

Begitu pula di lapangan tengah dengan tampilnya Makan Konate harus bertarung dengan Kim Jefry Kurniawan. Duel dua pemain yang sama-sama pengalaman ini patut ditunggu. Pasti seru.

Dan ujian bagi bintang baru Arema FC Robert Lima Guimaraes begitu berat. Ketajamannya sebagai striker bakal dihadang palang pintu Persib Bojan Malisic. Singkat kata, laga selama 2×45 menit, akan sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.



Bagi Arema FC, tentu laga menantang peraih juara Liga Indonesia dua kali tahun 1995 dan 2014 ini tidak mudah. Karena, selain tekanan dari suporter tim berjuluk Maung Bandung itu, tim tuan rumah juga sedang percaya diri tinggi. Ini berkat kemenangan besar 7-0 atas Persiwa Wamena pada leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia.

Saat ini, di atas kertas kekuatan kedua tim bisa jadi masih imbang. Arema tidak diperkuat tiga pemain pilar Dendi Santoso, Pavel Smolyachenko, dan juga Alfin Tuasalamony. Sedangkan Persib, minus bomber andalan mereka Ezechial N’Douassel dan Supardi Nasir.

Apa pun itu, Arema mengincar kemenangan. Apalagi, hasil tandang kali ini sangat penting untuk menjaga asa mencapai target juara Piala Indonesia. Meski, apa pun hasilnya Hamka Hamzah cs masih punya kesempatan bermain di kandang (22/2). Namun, Arema ingin jalan lebih aman dengan memenangkan pertandingan hari ini.

Pelatih Arema FC Milomir Seslija pun optimistis di pertandingan kali ini bisa mengungguli Persib. Catatan pelatih yang akrab disapa Milo itu, saat laga besar seperti melawan Persib juga cukup baik.

Mengalahkan Persib di Bali Island Cup 2016 (1-0), di Piala Bhayangkara 2017 (2-0), sementara dua kali pertemuan di Indonesia Soccer Championship (ISC) A dua kali imbang (0-0). Namun, Milo enggan menjadikan hal itu sebagai patokan di pertandingan kali ini.

”Rekor melawan Persib memang bagus, tidak pernah kalah di beberapa pertandingan, tetapi saat ini saya tidak tahu seperti apa Persib setelah menang 7-0 lawan Persiwa (di babak 32 besar),” ungkap Milo.

Baginya, di sepak bola semua kemungkinan bisa terjadi. Kali ini pun, Milo ingin hasil yang memuaskan. ”Ini adalah awal musim, tapi seperti derbi dan kami harus mencari detail permainan untuk bisa menang,” terang pelatih dengan lisensi UEFA Pro itu. Meski tak diperkuat tiga pilar, seperti Dendi, Alfin, dan Pavel, tidak menjadi masalah. Baginya, ada cukup banyak pemain yang bisa mengisi posisi yang ditinggal tiga pemain itu.

Seperti posisi Dendi yang bisa digantikan Nasir, Dedik Setiawan, Rivaldi Bawuo, dan juga Sunarto. Posisi Alfin yang diisi Ricky Akbar Ohorella atau Agil Munawar. Sedangkan posisi Pavel bisa diganti Hendro Siswanto, Jayus Hariono, dan M Rafli.

Saat ini, Milo menjelaskan, pemain dalam level yang bagus. Kombinasi pemain senior dan pemain muda diharapkan bisa mengatasi Persib kali ini. ”Kami punya pemain pengalaman sebagai inspirasi, kami membawa pemain muda, ada chemistry, kompak, kerja sama, ini sangat bagus dalam pertandingan,” ujar Milo.

Meski Persib usai menang besar, Milo juga tidak terlihat khawatir. Menurut dia lawan Maung Bandung saat itu, yakni Persiwa Wamena di babak 32 besar lalu tidak tampil bagus. ”Berbeda dengan kami (Arema) lawan Persita Tangerang (di babak 32 besar), tim yang bagus,” ungkap pelatih dengan lisensi UEFA Pro itu. Persita Tangerang di Liga 2 lalu menjadi juara empat Liga 2.

”Kami optimistis bisa menang di pertandingan nanti,” ujar dia. Sejak awal, drawing babak 16 besar Piala Indonesia Milo memang berharap bertemu dengan Persib. ”Karena kalau bisa mengalahkan Persib di babak 16 besar, langkah kami (Arema) untuk menjadi juara (Piala Indonesia) akan lebih mudah,” kata pelatih berkebangsaan Bosnia-Herzegovina itu. Sebab, dia menjelaskan, lawan lainnya diperkirakan akan lebih mudah.

Dari sejarah, Arema memang punya catatan yang baik dalam perebutan Piala Indonesia. Tercatat menjadi tim kedua, paling banyak merengkuh Piala Indonesia setelah Sriwijaya FC. Singo Edan menjadi juara di 2005 dan 2006 (saat masih bernama Copa Indonesia)

Pelatih Persib Bandung Miljan Radovic menyatakan, siap untuk pertandingan melawan Arema kali ini. ”Pertandingan ini adalah momen yang bagus, semua pemain juga siap untuk bertanding, tapi kali ini kami tidak diperkuat Ezechial N’Douassel dan Supardi,” kata dia.

Absennya dua pemain tersebut bisa jadi bakal mereduksi kekuatan Maung Bandung. Namun, Miljan menyebut tidak ingin ambil pusing atas absennya dua pemain tersebut. ”Sepak bola sebelas pemain, tidak satu atau dua pemain, kami punya 18 pemain besok (hari ini). Saya sudah siapkan pengganti, dari hasil semua pemain tampil bagus semua,” ungkap pelatih asal Montenegro itu.

Dengan skuad saat ini, Miljan cukup optimistis dengan pertandingan kali ini. ”Semua pemain sudah prepare, mereka percaya diri berada dalam top level dan bisa untuk menang besok (hari ini),” ungkap Miljan.

Dia menjelaskan, pertandingan kali ini bukan penentuan. ”Saya bicara untuk dua pertandingan, target kami menang,” ujar dia. Setelah pesta gol 7-0 lawan Persiwa lalu (11/2) Miljan juga enggan jemawa.

Sebab, lawan yang dihadapi berbeda kasta. Baginya Arema tim besar yang punya reputasi. ”Soal pertandingan nanti berapa gol saya tidak bisa prediksi, saya ingin pemain menikmati pertandingan,” pungkasnya.

Pewarta               : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul  Muntholib