Herman Herry Dipolisikan, Pengacara Bilang Orangnya lagi di AS

Herman Herry

JawaPos.com – Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Herman Herry dilaporkan ke Polisi. Laporan itu tercatat pada tanda bukti lapor nomor: LP/1076/VI/2018/RJS tanggal 11 Juni 2018. Itu dipicu kasus dugaan pengeroyokan dengan dugaan pelanggaran pasal 170 KUHP.

Herman yang pernah namanya disebut dalam kasus korupsi Simulator SIM bitu dilaporkan oleh Ronny Yuniarto dan Iri Ayuningtias yang menjadi korban dari pengeroyokan di Jalan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Kuasa Hukum Ronny dan Iris sebagai korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh Anggota DPR Herman Herry. (Sabik/JawaPos.com)

Febby Sagita yang merupkana kuasa hukum korban mengatakan, dugaan itu muncul setelah lebih dulu dilakukan pengecekan. Karena saat dilakukan penelusuran secara digital, kendaraan berjenis Roll Royce Phantom B 88 NTT itu atasnama salah satu perusahaan di Jakarta Selatan.

Namun, lanjut Febby, penelusuran tak berhenti disitu. Setelah didapati mobil atas nama perusahaan, tim kuasa hukum juga melakukan penelusuran ke ahli-ahli otomatif, dan bermuara ke nama terduga pelaku pengeroyokan yang ternyata pemilik kendaraan tersebut.



“Pertama kita cek mobil, kita coba cek online dengan (call center) 1717 kita juga bisa cek, mobil atas nama perusahaan yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan,” ujar Febby di Polres Jakarta Selatan, Kamis (21/6).

“Kemudian kami cari dan tanya ke teman-teman otomotif yang tahu, kami dapat informasi bahwa Herman Herry adalah pemilik mobil tersebut,” tegasnya.

Febby menuturkan, penelusuran mobil ini disebutnya tidak terlalu sulit. Karena mobil itu termasuk kendaraan mewah yang jarang dimiliki orang. Sehingga tak lama diketemukan bahwa itu milik wakil rakyat tersebut.

Keyakinan bahwa terduga pelaku adalah Herman Herry semakin bertambah ketika kuasa hukum menunjukan foto pelaku kepada Ronny dan Istrinya. Keduanya yakin jika orang tersebut memang pelaku pengeroyokan terhadap dirinya.

“Setelah kami cari foto Herman Herry dan menunjukan kepada korban, 100 persen mereka yakin yang kami duga menjadi pelaku penganiayaan tersebut adalah Herman Herry anggota DPR RI Komisi III,” imbuhnya.

Di sisi lain beredar kabar jika pengguna kendaraan B 88 NTT pada saat itu ialah adik dari Herman Herry. Namun saat ditelusuri kembali oleh tim kuasa hukum, korban tetap ngotot dengan jawaban pertamanya bahwa pelaku pengeroyokan adalah politikus PDIP itu.

“Ketika korban melihat foto adiknya (Herry) ternyata bukan, dan yakin 100 persen bahwa itu (pelaku pengerotokan) adalah Herman Herry,” pungkasnya.

Sementara itu Sementara itu, Politikus PDIP Herman Hery belum bersuara tentang peristiwa pemukulan yang diduga dilakukannya bersama ajudan kepada seorang pengemudi mobil di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (10/6) lalu.

Menurut Petrus Selestinus yang merupakan Kuasa Hukum Herman Herry, kliennya saat ini sedang berada di Amerika Serikat. “Posis Dia [Herman] berada di luar negeri sebelum hari raya Idul Fitri,” katanya, Kamis (21/6).

Namun, Petrus tidak merinci secara pasti tanggal kepergian kliennya ke Amerika Serikat. Idul Fitri jatuh pada 15 Juni 2018. Kata Petrus, Herman tidak berada di lokasi saat kejadian penganiayaan terjadi.

Petrus juga enggan berkomentar soal informasi yang menyebut pelaku penganiayaan terhadap Ronny Yuniarto adalah adik Herman Hery. Ia hanya meminta Ronny tidak mengaitkan kliennya secara sepihak dalam peristiwa penganiayaan tersebut.

“Harusnya dia (Ronny) persoalkan orang itu, jangan dia persoalkan Herman Hery,” ujar Petrus.

(sat/JPC)