Hendak Mengasihi, Wanita Ini Malah diBui, Begini Sisi Lain diBalik Penipuan Risna

Risna Buatasik (43), warga Mergan Raya V/58 RT 10, RW 06, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang yang tengah terseret kasus penipuan kredit motor terhadap 120 orang kini sudah berada di Polres Malang Kota sejak beberapa hari yang lalu. 

Risna Buatasik (43), warga Mergan Raya V/58 RT 10, RW 06, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang yang tengah terseret kasus penipuan kredit motor terhadap 120 orang kini sudah berada di Polres Malang Kota sejak beberapa hari yang lalu.

Melalui pengacaranya, Husein, ia mengklarifikasi beberapa hal salah satunya terkait status Risna yang sebelumnya dikabarkan adalah seorang Janda adalah tidak benar melainkan statusnya menikah, memiliki seorang suami dan dua orang anak (9) dan (4) yang saat ini berada di Bogor bersama keluarga mertuanya.

“Ibu risna itu tinggal di rumah mertuanya, punya anak dua, suaminya juga bekerja sebagai dosen” tegas Husein.

Husein yang didampingi oleh adik bungsu Risna membenarkan apabila tersangka mengakui kesalahannya. Dalam aksinya, ia beraksi seorang diri dan melibatkan total 6 lising, FIF, CSF, Mega Finance, MPM, Mandiri serta WOM. Dengan sistem uang yang dterima dari korban digunakan untuk uang muka dan angsuran, modusnya menggunakan yayasan fiktif untuk mengelabuhi nasabah.

“Sistemnya, dia ambil uang korban ambil contoh 10juta, ia gunakan untuk uang muka dan sisanya untuk ngangsur punya orang-orang lain itu, kerugian sekitar 300an juta bahkan minus, dia berkorban untuk menutup sisa angsuran orang-orang itu” jelas pengacara Risna.



Nominal 1,7 m yang diberitakan merupakan total keseluruhan yang harus dibayar oleh tersangka berdasarkan rekap data 6 lising.

Sebelum ditangkap, tersangka melakukan mediasi untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan baik di rumah Risna maupun di rumah-rumah korban sebanyak lebih dari 50x. Di sisi lain juga sempat akan mengadakan pertemuan dengan para nasabah di sebuah aula dan surat tembusan sudah melalui Polsek Wagir, sayangnya hal tersebut mengalami kendala sehingga terpaksa dibatalkan.

“Risna tak pernah melarikan diri, bahkan sempat minta perlindungan ke Poksek Wagir. Sampai mengajukan surat ijin keramaian untuk mengadakan pertemuan dengan nasabah hingga menembus Polsek Wagir tapi tidak jadi dikarenakan surat ijin keramaian dicabut. Akhirnya dia melakukan mediasi di rumah-rumah nasabah ataupun rumah Mergan” ujar Husein.

Berdasarkan rekapitulasi data dari lising, Husein menjelaskan pula jika dalam kurun waktu 2 tahun, disamping 178 kendaraan dari total 120 korban, sudah ada 39 nasabah yang berhasil ia lunasi hingga mendapatkan BPKB sejak bulan April 2017.

“Awalnya baik-baik saja, keluarga juga ga tahu. Baru tahu dua bulan terakhir setelah Risna ini ga ada dana lagi untuk membayar cicilan lising” ujar adik bungsu Risna.

Saat ini, tersangka sudah pasrah jika ada yg merasa dirugikan silahkan melapor. Karena bisnis tersebut sama sekali tidak menguntungkan melainkan malah merugikan hingga hampir 500jt. Ibarat hendak menolong orang lain, justru dirinya tak tertolong.

Pewarta : Feni Yusnia