Helmy Yahya Tegaskan Masih Dirut TVRI

JawaPos.com – Jabatan Helmy Yahya sebagai direktur utama (Dirut) Televisi Republik Indonesia (TVRI) menjadi polemik. Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik (Dewas LPP) TVRI mencopotnya lewat SK Dewan Pengawas Nomor 3 Tahun 2019. Tidak dijelaskan alasan pencopotan itu. SK yang dibubuhi tanda tangan Ketua Dewas LPP TVRI Arief Hidayat tersebut hanya berisi pemberitahuan pemberhentian Helmy sekaligus penunjukan Supriyono yang kini menjabat direktur teknik sebagai pelaksana tugas (Plt) harian direktur utama.

”Memutuskan, menonaktifkan sementara Sdr. Helmy Yahya sebagai direktur utama lembaga penyiaran TVRI. Selama nonaktif sementara sebagai direktur utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI, yang bersangkutan tetap mendapatkan penghasilan sebagai direktur utama lembaga penyiaran Televisi Republik Indonesia,” tulis SK dewas itu.

Menanggapi hal tersebut, Helmy menyebut SK yang diberikan kepadanya pada Rabu lalu (4/12) itu cacat hukum. Dengan demikian, dia masih berstatus direktur utama TVRI periode 2017–2022 yang sah dan tetap akan melaksanakan tugasnya. ”Surat keputusan tersebut cacat hukum dan tidak mendasar,” tegas Helmy dalam surat resmi kemarin (5/12).

Menurut Helmy, jika mengacu pasal 24 ayat 4 PP 13/2005, anggota dewan direksi dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatan apabila, pertama, tidak melaksanakan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kedua, terlibat dalam tindakan yang merugikan lembaga. Ketiga, dipidana karena melakukan tindak pidana berdasar putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Terakhir, tidak lagi memenuhi persyaratan.

Sedangkan dalam SK tersebut, tidak dijelaskan satu pun alasan dewan pengawas menonaktifkan direktur utama. Karena itu, menurut Helmy, pencopotan tersebut cacat hukum. Helmy menegaskan sampai saat ini tetap menjabat bersama lima anggota direksi yang lain. ”Dan tetap akan melaksanakan tugas sesuai ketentuan yang berlaku dengan dukungan masyarakat Indonesia,” tuturnya saat dihubungi tadi malam.

Helmy juga menyebut tak tahu penyebab kenapa diberhentikan. Dia merasa sudah menjalankan tugas dengan baik. ”Nggak ada rasa kecewa atau yang gimana gitu. Normal saja,” katanya.