Helm Karya Mahasiswa UMM Ini Bisa Terhubung Otomatis ke Rumah Sakit Saat Penggunanya Kecelakaan

KOTA MALANG – Menurut data Global Status Report on Road Safety (WHO, 2015) setiap tahun di seluruh dunia, lebih dari 1,25 juta korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas dan 50 juta orang luka berat.

Dari jumlah ini, 90 persen kecelakaan terjadi di negara berkembang, di mana sebanyak 54 persen merupakan jumlah kendaraan yang terdaftar di dunia. Kecelakaan lalu lintas ini menjadi pembunuh terbesar kedua di dunia, termasuk di Malang.

Sering kali terjadi kecelakaan yang tidak diketahui sehingga tidak bisa tertolong dengan cepat. Berangkat dari situ, tercetuslah ide gimana ya agar para petugas pun bisa segera menemukan dan melakukan penanganan segera,” ungkap Tito Setyawal Putra diwawancarai Kamis (7/12).

Bermula dari itu, Tito Setyawal Putra dan Dwi Puji Laksono, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini membuat helm pintar. Diberi nama IOSHEL (Iot Smart Helmet), helm itu secara otomatis mengirim koordinat Global Positioning System (GPS) saat pengendara mengalami kecelakaan lalu lintas.

Helm karya dua mahasiswa itu, dilengkapi dengan sollar cell dan teknologi pengisi daya (charging) dengan menggunakan pengisi daya handphone. Kapasitas baterai nya 1100 MAh yang bisa bertahan sekitar 24 jam ketika digunakan dalam berkendara.

Cara kerjanya, helm tersebut akan secara otomatis mengirimkan koordinat GPS ke aplikasi Telegram dan SMS biasa ke nomor yang telah di daftarkan (bisa ke polisi, keluarga, ataupun rumah sakit) secara otomatis ketika terjadi kecelakaan.

Helm ini akan mengirim data berupa koordinat lokasi kecelakaan dengan 3 indikator yang ada yakni getaran, kemiringan, dan percepatan. Lokasi kendaraan pun akan segera diketahui.

Inovasi ini meraih bronze medal di ajang inovasi tingkat dunia Seoul International Invention Fair (SIIF) 2019. Ajang ini diselenggarakan oleh Korea Invention Promotion Association (KIPA) dan didukung International Federation of Inventors’ Association (IFIA), 30 November 2019 di Korea Selatan.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: istimewa
Editor: Indra M