Hei Perempuan, Ini Kenapa Mag Kalian Mudah Kambuh

Spesialis penyakit dalam dr Budi Widodo mengungkapkan, perempuan memang mempunyai faktor risiko yang lebih besar untuk terjangkit mag. Hal itu dikarenakan perempuan kurang bisa memanajemen stresnya dengan baik.

Itulah yang membuat stres menjadi faktor dominan penyebab mag. ’’Laki-laki juga ada yang kena, tapi memang tidak sebanyak perempuan,’’ imbuhnya.

Karena stres, lanjut Budi, mengganggu sistem yang ada dalam tubuh. Termasuk lambung. Sehingga ketika perasaan seseorang tidak tenang seperti stress, asam lambung akan meningkat, salah satu akibatnya adalah mag.

Karena itu, sekarang ketika menerima pasien perempuan dengan diagnosis mag. Budi juga melakukan konseling terlebih dahulu, untuk mengetahui penyebab utama dari penyakit dalam lambung tersebut.

Bila penyebabnya memang stres, maka sekarang para internist (spesialis penyakit dalam) juga melakukan pengobatan terpadu bersama psikiatri. ’’Nanti darisana dikonseling manajemen stres, atau kalau ada masalah yang membuat stress ya diredam dulu,’’ ungkap penikmat kuliner bebek ini.

Budi juga menambahkan, bila dari akar penyebab mag sudah diobati, akan mengurangi faktor serangan ulang untuk kesekian kali. Karena menurutnya, pengobatan mag tidak akan maksimal bila tidak dirunut dulu apa penyebabnya. ’’Kalau sering kambuh, lebih baik dicari tau penyebabnya,’’ tambahnya.

Selain karena stress, Budi juga menemui pasien perempuan dengan diagnosis mag karena pola makan yang salah. Untuk pola makan yang salah, Budi mengimbau para perempuan supaya tidak mengkonsumsi sambal dan coklat dalam intensitas yang sangat sering.

’’Biasanya perempuan tidak akan kapok kalau belum merasakan perutnya kembung, cepat kenyang, panas, mual baru kerasa akibatnya,’’ ujarnya. (*)


(ina/JPC)