Heboh Telur ‘Beracun’ di Jatim, Ini Kata Ahli Peternakan

Harga Telur Naik, Daging Ayam Juga - JPNN.COM

KOTA MALANG – Dikutip dari portal berita BBC, Studi terbaru dari badan lingkungan, International Pollutants Elimination Network (IPEN) mengungkap adanya senyawa berbahaya, dioksin, dalam sampel telur ayam di dua desa di Jawa Timur.

Dioksin berasal dari pembakaran sampah plastik yang sebagian besar berasal dari negara-negara Barat. Di Jawa Timur, kandungan dioksin ditemukan di sampel telur ayam kampung di Desa Bangun, Mojokerto dan Tropodo, Sidoarjo.

Kadarnya 70 kali lebih tinggi dari standar keselamatan yang ditetapkan oleh badan keselamatan pangan Eropa, European Food Safety Authority (EFSA). Kandungan lemak pakan ayam yang terindikasi dioksin inilah yang menjadi penyebabnya.

Ahli Peternakan asal Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, Profesor Suyadi pun angkat bicara mengenai pakan ternak yang terkontaminasi dioksin.

“Jika di Indonesia, utamanya di Jawa Timur, pakan ternak tidak memakai bahan dari lemak makanan, karena di Jawa Timur sendiri bukan penghasil lemak hewani,” tutur Profesor Suyadi ketika dihubungi melalui sambungan telepon seluler, pada Senin (18/11).

Di Jawa Timur sendiri ungkap Suyadi, pakan ternak menggunakan biji-bijian tumbuhan seperti jagung, kedelai dan tepung ikan yang kemudian dicampur menjadi satu.

“Apalagi pakan ayam petelur komersial itu mutunya selalu dijaga. Mulai dari air minum, pakan ayam itu dijaga, karena akan berpengaruh terhadap produksi telur. Peternak tentu tidak mau rugi,” ujarnya.

Di Tropodo, diketahui bahwa peternakan ayam berada di dekat tempat pembuangan sampah. Tapi, di Malang Raya, Suyadi belum mendapati ada peternakan yang lokasinya dekat tempat pembuangan sampah.

“Saya sudah meninjau di beberapa lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baik itu di Malang Kota maupun di Malang Kabupaten, tidak ada peternakan ayam komersil yang dekat dengan TPA,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Soepranoto menambahkan bahwa telur yang mengandung bahan kimia seperti dioksin dan asam perfluorooctanesulfonic (PFOS) menyebabkan berbagai penyakit pada manusia.

“Seperti kardiovaskular, kanker, diabetes, dan endometriosis, sedangkan PFOS menyebabkan kerusakan sistem reproduksi dan kekebalan tubuh. Saat ini kami masih koordinasi dengan BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) terkait hal ini,” tandasnya

Pewarta: Rida Ayu
Foto :
Editor : Indra M