Hati Hati. Tiap 2 Hari, 1 Nyawa Melayang di Jalan

Meski demikian, korban meninggal akibat laka turun hampir 25 persen dari 2016, yang tercatat 248 korban meninggal.  

Sepanjang 2017, tercatat 1.218 kecelakaan. Jumlah insiden di jalan turun dibanding 2016 yang tercatat 1.502 kejadian.

Pada tahun itu, korban luka berat meningkat tajam. Dari 25 orang (2016) menjadi 56 korban selama 2017.

Sementara korban luka ringan dari 2.174 (2016) turun menjadi 1.824 korban selama 2017.

Dari seluruh insiden tersebut, kerugian material mencapai 4,7 miliar.

Kasatlantas Polres Tuban AKP Eko Iskandar mengatakan, angka kecelakaan di Tuban termasuk salah satu yang tertinggi di Jawa Timur.

Faktor utamanya karena kelalaian para pengendara. Pemicu berikutnya jalanan yang rusak dan bergelombang.

Selebihnya karena tidak taat rambu lalu lintas.

‘’Tuban mempunyai akses jalan pantura terpanjang se-Jawa Timur, ini juga menjadi potensi angka laka yang tinggi,’’ tutur dia.

Perwira kelahiran Palembang, Sumatera Selatan itu mengatakan, kesadaran berlalu lintas warga Tuban juga masih minim.

Berdasar catatannya, 26.073 surat tilang diberikan kepada para pelanggar sepanjang 2017.

Angka tersebut meningkat 46 persen dari tahun sebelumnya. Pada 2016 hanya 17.796 kendaraan yang kena tilang.

‘’Pelanggaran tertinggi tidak pakai helm dan perlengkapan kendaraan bermotor tidak lengkap,’’ jelasnya.

Eko menjelaskan, kini kecelakaan tidak lagi di titik-titik tertentu saja. Melainkan merata hampir terjadi di seluruh Tuban.

Tidak hanya di jalur pantura. Jalan poros desa pun menyumbang angka kecelakaan tertinggi.

Karena itu, pihaknya selalu menekankan kepada jajaran polsek untuk menindak para pelanggar yang melintas di jalan poros desa.

‘’Nantinya pelanggar di jalan poros desa juga akan kena sanksi tilang untuk mengurangi angka laka,’’ tegas dia.

(bj/yud/ds/bet/JPR)