Hati-Hati lewat Tol Sumo, Sejumlah Kendaraan Dilempari Pelajar – Radar Mojokerto – Sinergi Jawa Pos

MOJOKERTO –  Aksi kenakalan remaja rupanya tidak bisa ditolerir lagi. Kali ini, enam remaja asal Desa Penompo dan Sukorame, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, harus diamankan petugas Polsek Jetis setelah kedapatan petugas patroli Tol Sumo (Surabaya-Mojokerto) tengah melempari pengendara yang melintasi tol di desanya, Senin malam (6/11).

Aksi tersebut sontak membuat petugas tol mengejar mereka hingga diserahkan ke polsek untuk pembinaan. Aksi puluhan remaja ini terkuak saat petugas patroli jalan tol melintas untuk mengecek kondisi keamanan tol, pukul 20.00.

Tak berselang lama, laju mobil petugas tiba-tiba saja dikejutkan dengan beberapa lemparan batu. Saat dicek, petugas mendapati segerombolan remaja yang masih berusia antara 10-12 tahun itu berada di bawah tol. Peristiwa itu sontak membuat petugas langsung mengejar mereka. Dari pengejaran itu, petugas berhasil menemukan enam pelajar usia SMP itu. Sementara, masih ada sekitar enam remaja lain masih dalam pengejaran.

Mereka kemudian dikumpulkan di Balai Desa Penompo untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban atas tindakan yang mereka lakukan bersama perangkat desa setempat. Namun, aksi pengejaran tersebut sempat membuat panik sejumlah warga desa hingga ikut mengerumuni balai desa setempat.



Tak ingin ada gejolak lebih, petugas dari Satsabhara Polresta Mojokerto diterjunkan membantu keamanan. Hingga akhirnya keenam remaja diamankan di polsek untuk diinterogasi. ’’Saat kami melakukan penyisiran juga terkena lemparan batu,’’ ungkap Mudi, salah satu petugas patroli tol Sumo.

Mudi menjelaskan, selama seminggu terakhir ini petugas telah beberapa kali mendapat laporan soal adanya aksi pelemparan batu kepada pengendara yang melintas tol. Tak kurang dari empat laporan diterima petugas tol dari pengendara yang merasa mobilnya terkena lemparan batu hingga menyebabkan kacanya pecah. Hingga akhirnya petugas melakukan penyisiran dan menemukan segerombolan remaja sedang beraksi.

Akan tetapi, Mudi tidak bisa menjelaskan apa yang melatarbelakangi keenam remaja tersebut nekat melakukan pelemparan. ’’Belum tahu apa maksudnya. Kurang lebih selama seminggu ini sudah beberapa pengendara melapor kepada kami,’’ tambahnya. Tidak hanya itu, petugas berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa empat sak yang berisi full batu kerikil.

Serta sebuah sepeda angin yang tergeletak berdampingan di lokasi bekas kerumuman remaja. Kedua barang bukti tersebut ikut pula dibawa ke Polsek Jetis sebagai bahan keterangan. Dari informasi sementara, keenam remaja hanya mendapat pembinaan oleh petugas agar tidak mengulangi perbuatannya kembali.

(mj/far/ris/JPR)

Source link