Hati-Hati! Apex Legends Temukan Cara Baru Hadapi Kecurangan Pemain

MALANG – Usaha untuk curang selalu ada di setiap permainan, khusunya game battle royale. Oleh sebab itu, setiap pengembang game punya cara yang berbeda dalam menghadapinya. Pengembang game Apex Legends, misalnya. Demi berurusan dengan kecurangan dalam game, ia membuat pemain saling bertarung.

Melansir pemberitaan The Independent, Senin (22/7), kecurangan yang terjadi pada game Apex Legends termasuk ‘Aimbot’ yang membantu pemain menemukan target mereka, dan dapat diunduh untuk digunakan di PS4, Xbox One, dan versi PC permainan.

Kecurangan semacam itu meningkat cukup drastis. Pengembang Apex Legends, Respawn, mengungkapkan pada bulan Mei lalu bahwa mereka telah melarang lebih dari 770.000 curang, mewakili sekitar 1,5 persen dari 50 juta pemain permainan. Saat itu, ia menolak untuk membeberkan cara memberantas kecurangan, tapi Respawn mengubah taktiknya dan menjelaskan lebih rinci tentang cara barunya.

“Kami tahu laporan curang, terutama dalam mode [permainan] menggunakan peringkat, telah menjadi topik hangat sehingga minggu ini kami juga ingin memberikan sedikit visibilitas ke beberapa pekerjaan yang telah terjadi di belakang layar untuk memerangi kecurangan,” salah satu dari pengembang game menulis di Reddit.

Untuk mengoptimalkan cara baru ini, Respawn membuat algoritma pembelajaran mesin, serta laporan sesama pemain. Siapapun yang diduga berbuat curang akan dilarang memasuki battle. Malahan, pemain tersebut akan diduelkan dengan sesama pemain curang atau spammer lainnya.



“Seperti yang kami katakan sebelumnya, perang melawan curang akan terus berlangsung dan tetap menjadi prioritas utama bagi kami,” catat pengembang.

“Akan selalu ada pekerjaan yang harus dilakukan, peningkatan yang harus dilakukan, dan hal-hal baru untuk beradaptasi. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemain yang telah terlibat dengan membantu kami, squash cheater, selama seminggu terakhir, apakah itu mengirimkan laporan atau membantu dengan proses pemeriksaan untuk perilaku yang mencurigakan,” tambahnya.

Penulis: Risma Kurniawati
Foto: Istimewa