Hasil Rekapitulasi KPU Disangkutkan dengan An-Nisa 108, MUI Malang Bereaksi

KOTA MALANG – langkah KPU mengumumkan hasil Pilpres 2019 yang memenangkan pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin menuai banyak protes. Bahkan, di lini masa, terdapat postingan yang menyamakan langkah KPU dengan gambaran Al Quran An Nisa 108.

Dalam surat An nisa 108, terjemahannya kurang lebih sebagai berikut, Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan adalah Allah maha meliputi (ilmu-nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.

Dalam propaganda simpatisan, mereka menuduh KPU mengumumkan hasil perolehan suara dini hari dengan alasan menyusun siasat yang tak diridhai Allah. para simpatisan capres yang kecewa
menuduh KPU berkonspirasi dan menyembunyikan kebenaran. Propaganda ini pun semakin meluas dan membuat beberapa masyarakat sempat kepanasan.

Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, rangkaian ayat ini turun berkaitan dengan konspirasi Thu’mah dan kaumnya terhadap Zaid bin Samin, seorang Yahudi. Thu’mah menitipkan perisai pamannya ke Zaid. Namun ketika Qatadah yang punya perisai itu melaporkan kehilangan perisai, Thu’mah malah menuduh Zaid-lah pencurinya.

Karena pihak yang berpekara ini Muslim melawan Zaid yang Yahudi, maka kaumnya Thu’mah ramai-ramai membela Thu’mah dan berkonspirasi di malam hari menyusun siasat. Mereka mendatangi Rasul dan mendukung Thu’mah. Nabi Muhammad hampir saja memutuskan perkara ini berdasarkan desakan Thu’mah dan kaumnya. Namun turun rangkaian ayat ini mengungkapkan konspirasi Thu’mah terhadap Zaid.



Sekretaris MUI Kota Malang, Baroni memegaskan bahwa ayat tersebut tidak relavan dengan permasalahan sakit hati yang diderita kubu 02. Ia menolak mentah-mentah propaganda ini. Menurutnya keputusan KPU yang dikaitkan dengan ayat suci merupakan sebuah bentuk politisasi agama dan tidak patut dibenarkan.

“Lha wong keputusan KPU ini kan nggak ada hubungannya dengan agama, ngapain disangkutpautkan. Kalau dalam ayat itu ada seorang musuh yang berkonspirasi pada malam hari disamakan dengan jam pengumuman KPU yang dini hari, ya nggak nyambung. Sama aja simpatisan itu menganggap KPU sebagai musuh,” paparnya.

Lebih lanjut Baroni menghimbau agar masyarakat tidak termakan kabar ini. Sebab menurutnya, kabar ini menyesatkan dan hanya digunakan pihak berkepentingan untuk memecah belah kesatuan NKRI.

“Ayo diterima dengan legowo keputusan KPU. Menang atau kalah calon dukungan kita, itu sudah yang terbaik. Sekarang waktunya move on, jaga kedamaian, tetap kondusif dan lakukan aktifitas sehari-hari yang lebih bermanfaat,” tandas dia.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: ilustrasi demo di depan Bawaslu (dok JPNN)
Penyunting: Fia