Hasil Labfor, Korban Mutilasi Pasar Besar Malang Punya Penyakit Paru-paru

KOTA MALANG – Korban mutilasi yang ditemukan di Pasar Besar Malang (PBM) hingga kini belum terungkap identitasnya. Namun dari hasil Laboraturium Forensik (Labfor) Polda Jatim, dugaan sementara korban meninggal karena memiliki penyakit paru-paru.

Hasil sementara ini berkaitan dengan konsistensi pengakuan terduga pelaku, Sugeng, 49, yang konsisten mengatakan bahwa korban meninggal tanpa ia bunuh.

“Memang dari keterangan dugaan sementara korban meninggal duluan lalu di mutilasi. Hasil labfor juga dugaan sementara korban punya penyakit paru-paru. Namun hasil Labfor belum final karena masih harus menunggu proses otopsi,” ujar Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri pagi ini (17/5).

Sedangkan dari hasil otopsi belum ada perkembangan sama sekali. Diduga mayat yang sudah masuk proses pemumian menyebabkan Tim Inafis Polres Makota kesulitan mendeteksi sidik jari korban. Untuk membantu menemukannya, polisi sudah menyebar sketsa wajah korban.

Kemarin (16/5) menurut Asfuri ada yang melaporkan sebuah nama yang diduga korban. Namun saat diselidiki nama tersebut di facebook dan dikomunikasikan ternyata terduga masih ada. Sehingga nama tersebut bukanlah identitas korban yang kini masih menjadi misteri.

“Untuk selanjutnya jika memang benar korban meninggal duluan maka akan dikenakan pasal 181. Sedangkan jika sakit jiwa maka tidak dapat dilanjutkan proses hukum sesuai pasal 44 KUHP,” tegasnya.

Lebih lanjut, belum ada peningkatan status Sugeng dari terduga pelaku menjadi tersangka. Sebab pihak Polres Makota masih menunggu hasil final otopsi, Labfor, dan psikiater.

Pewarta: Rida Ayu