Harus Lebih Tajam Lawan ‘Tembok’ Makassar

MALANG KOTA – Hanya mencetak empat gol dalam tiga laga, jelas bukan capaian yang bagus bagi klub sekelas Arema FC. Apalagi, tiga dari empat gol itu tercipta pada laga terakhir ketika mengalahkan Persela dengan skor 3-2 di Stadion Kanjuruhan Senin (27/5).

Karena itu, bila tak ingin kembali terpuruk, Arema FC harus membenahi ketajamannya, sebelum menghadapi PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta pada 23 Juni. Apalagi, lini pertahanan Juku Eja–julukan PSM Makassar– sedang bagus-bagusnya saat ini.

Dalam tiga laga, tim asuhan Darije Kalezic itu belum sekalipun kebobolan. Di sisi lain, produktivitas PSM Makassar lebih bagus ketimbang Arema FC. Lantaran mencetak lima gol dalam tiga laga.

Asisten pelatih Arema FC Singgih Pitono berharap pemain Arema FC mampu meruntuhkan tembok tebal PSM Makassar. Singgih mengaku sudah memberikan sejumlah tip kepada pemain depan Arema FC.

Di antaranya, kepada Dedik Setiawan. ”Saya selalu memberi tahu Dedik, tentang apa yang harus dilakukan sebagai striker,” kata asisten pelatih yang pernah menjadi top scorer Arema era 1992 dan 1993 itu.



Singgih menyatakan, performa barisan depan Arema FC sebenarnya membaik di laga ketiga. Tiga gol ke gawang Persela menjadi buktinya. Tiga gol itu dicetak oleh dua pemain depan: Dedik (2 gol) dan Dendi Santoso.

Kepada seluruh pemain depannya, Singgih meminta mereka agar berani membuat keputusan ketika berada di kotak penalti. ”Saya sampaikan kalau sudah masuk garis 16 jangan dioper atau buka ruang. Langsung saja shooting. Alhamdulillah, pada laga ketiga (lawan Persela) itu dilakukan oleh Dedik dan Dendi,” ujar pria kelahiran Ngunut, Tulungagung, ini.

Ada alasan kuat mengapa striker harus cepat-cepat ambil keputusan. ”Kalau tidak begitu akan mudah direbut lawan. Saya juga yakin para pemain punya kemampuan shoot yang bagus. Yang penting jangan takut,” lanjut Singgih.

Lebih lanjut, Singgih juga memberikan perlakuan yang sama kepada striker asing Sylvano Comvalius. ”Comvalius juga saya berikan masukan itu,” kata dia. Hanya, Singgih menilai, saat ini Comvalius memang butuh penyesuaian diri serta meningkatkan kebugarannya.

Pewarta : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Indra Mufarendra
Fotografer : Darmono