Hari Pertama Masuk Sekolah, Orang Tua Diajak Antar Anak ke Sekolah

Hari Pertama Masuk Sekolah, Orang Tua Diajak Antar Anak ke Sekolah - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA – Hari pertama masuk sekolah akan dimulai Senin (15/7) besok secara serentak di seluruh Indonesia. Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengimbau orang tua siswa dan siswi menyempatkan diri untuk mengantar anaknya ke sekolah dan bersalaman dengan guru meskipun hanya sehari dalam satu tahun.

Dia mengajak orang tua untuk hadir di sekolah lebih pagi supaya bisa bersalaman dan berkenalan dengan guru-guru di sekolah. Masuk ke ruang-ruang kelas, periksa toliet sekolahnya, lihat area istirahat siswa dan perhatikanlah hal-hal yang mungkin saja akan membahayakan anak-anak.

“Kami berharap semua instansi, baik swasta apalagi pemerintah memberikan izin kepada siapa pun pegawai atau karyawan bapak dan ibu untuk mengantarkan anak-anak mereka meskipun hanya 30-60 menit di sekolah,” terang Ramli dalam pesan elektroniknya, Minggu (14/7).

Menurut Ramli, kehadiran orang tua di sekolah sangat diperlukan. Paling tidak sebagai kesepakatan kerja sama antara orang tua dan guru serta pimpinan sekolah. Kehadiran orang tua untuk menyerahkan sepenuhnya anak-anak mereka untuk dididik di sekolah tentu saja di waktu sekolah. Sebab, di luar waktu sekolah kembali menjadi tanggung jawab orang tua.



“Saling mengenal antara guru dan orang tua akan membangun hubungan emosional di antara kedua belah pihak sehingga segala potensi masalah di sekolah baik antara guru dan siswa, guru dan orang tua atau antara guru, siswa dan lingkungan sekitarnya dalam diminimalisir. Hampir seluruh masalah antara anak didik dan guru atau dengan orang tua terjadi karena minimnya komunikasi karena itu diperlukan kedepatan emosional antar pihak,” bebernya.

Kehadiran orang tua di sekolah lebih pagi, biar dapat bersalaman dan berkenalan dengan guru-guru di sekolah. Masuk ke ruang-ruang kelas, periksa toliet sekolahnya, lihat area istirahat siswa dan perhatikanlah hal-hal yang mungkin saja akan membahayakan anak-anak kita.

“Nah, jika ditemukan hal-hal yang kurang baik, segera dikomunikasikan dengan pihak sekolah. Jika pihak sekolah tak memiliki kemampuan, bisa saja orang tua memikirkan solusinya,” tandasnya.(esy/jpnn)