Hari Pertama Masuk Sekolah, ASN ”Boleh” Bolos

MALANG KOTA – Aturan berani diterapkan Plt Wali Kota Malang Sutiaji. Di hari perdana masuk sekolah hari ini (16/7), aparatur sipil negara (ASN) yang mempunyai anak masuk sekolah, boleh telat masuk kerja atau boleh ”bolos” sebentar dengan alasan mengantar anak masuk sekolah.

Meski aturan itu sebatas lisan, tapi ini setidaknya melegakan bagi ASN. Apalagi, umumnya, di hari pertama masuk sekolah, anak-anak diantar oleh orang tuanya ke sekolah.

”Kalau hanya untuk mengantarkan anaknya nggak apa-apa izin,” ucap Sutiaji kepada Jawa Pos Radar Malang.

Hanya saja, masih kata dia, khusus untuk ASN di organisasi perangkat daerah (OPD) layanan publik ada syaratnya. Yaitu, tidak mengganggu layanan masyarakat.

”Bisa minta tolong dulu pada ASN lain yang nggak mengantarkan anak untuk menggantikan,” imbuh pria yang juga wali Kota Malang terpilih ini.

Setelah mengantarkan anaknya ke sekolah, dia melanjutkan, ASN harus segera kembali bertugas. Sehingga, layanan kepada masyarakat tidak sampai terganggu. ”Kalau sudah selesai, segera balik lagi ke kantor,” ungkap mantan politikus PKB ini.

Sementara itu, izin dari Sutiaji ini diapresiasi beberapa kepsek di Kota Malang. Kepala SMPN 27 setuju jika ASN diizinkan telat karena mengantar siswa di hari pertama masuk sekolah.

”Itu bagus, biar para ASN bisa mengantar siswa dengan hati yang gembira,” ujarnya.

Baginya, izin dari Sutiaji lebih berpengaruh pada siswa TK atau SD. ”Karena, siswa di kedua tingkatan sekolah ini masih sering nggandol ke orang tua,” tukasnya.

Ini juga bisa jadi sarana orang tua untuk mengenalkan lingkungan sekolah bagi siswa sebelum kegiatan pengenalan sekolah diambil alih oleh sekolah.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN Kota Malang Burhanuddin juga mengaku senang dengan kebijakan ini.

”Kalau hari pertama sekolah diawali dengan pamit dan diantar orang tua, siswa lebih siap belajar dan bahagia,” tukasnya.

Selama tidak menganggu jam kerja, tidak masalah baginya orang tua berbondong-bondong mengantarkan putra-putri mereka. ”Asal tidak terlalu lama-lama di sekolah,” ujarnya.

Untuk diketahui, hari ini, siswa siap menjalani masa pengenalan sekolah. Selama Senin–Kamis, baik siswa TK hingga SMA siap menjalani orientasi sekolah. Yakni berupa pengenalan lingkungan sekolah, wawasan wiyata mandala, dan pengembangan karakter di lingkungan sekolah. Rencananya, ospek siap dimulai antara pukul 07.00–07.30 WIB.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Dr Muhadjir Effendy MAP ketika diwawancara di sela-sela peresmian Museum Mpu Purwa, Sabtu (14/7) lalu menyatakan, dalam orientasi siswa tersebut diharapkan tidak ada lagi perpeloncoan. Menurut dia, semuanya harus sesuai dengan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru.

”Di aturan itu sudah ada sistem pengenalan, tidak ada sistem perpeloncoan, masa pelaksanaan, dan lain-lain,” kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Sedangkan sejumlah aturan di Permendikbud ini adalah materi wajib yang harus disampaikan ke siswa tentang karakteristik lingkungan sekolah dan silabus pengenalan sekolah. Sedangkan materi lainnya tergantung sekolah.

Pewarta: Sandra Desi
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Falahi Mubarok