Hari Kesehatan Dunia, Indonesia Dibayangi Penyakit Ganda

KOTA BATU- Hari Kesehatan Dunia dirayakan pada tanggal 7 April setiap tahunnya. Peringatan ini diadakan untuk menandai berdirinya Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) pada 7 April 1948.
Tahun ini WHO mengusung tema Universal Health Coverage: Everyone, Anywhere (Cakupan Kesehatan Universal: Semua Orang, Dimana Saja).

Di hari kesehatan internasional ini, Direktur Rumah Sakit Baptis Kota Batu, Dolly Irbantoro, MMRS menyatakan bahwa kini masyarakat Indonesia memiliki beban ganda dalam kesehatan.

“Di Indonesia, penyakit menular dan tidak menular sama-sama banyak. Di negara barat misalnya penyakit tidak menular banyak namun yang menular minim. Di negara miskin penyakit menular lebih banyak daripada tidak menular. Tapi di Indonesia penyakit tidak menular kasusnya mencapai 60 persen dan menular sebanyak 40 persen,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari pasien di RS Baptis Kota Batu, penyakit hipertensi menjadi penyakit yang paling banyak diderita, persentasenya 16 persen. Disusul gagal jantung sebesar 14 persen, diabetes miletus 13 persen, dan stroke baik yang perdarahan maupun non perdarahan sebesar 11 persen.

Sedangkan di posisi penyakit menular yang menyusul penyakit tidak menular ada tifus yang kasusnya sebanyak 8 persen. Terbanyak selanjutnya adalah demam berdarah, paru-paru kronis, demam, dan terakhir radang paru-paru.



“Penyakit-penyakit ini muncul karena pola hidup masyarakat yang tidak sehat. Terutama dari pola makan dan minimnya aktivitas. Sehingga penyakit-penyakit ini jumlah kasusnya sangat tinggi,” pungkasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto : Laoh Mahfud
Penyunting : Fia