Hari Kedua, Manusia Tertimbun Sampah Masih Misteri

TPA Supiturang.

MALANG KOTA – Agus Sujarno, 45, warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, yang tertimbun sampah belum jelas nasibnya. Temuan keranjang sampah di TPA Supiturang kemarin (12/7), menguatkan dugaan kalau pria yang tinggal di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, ini tertimbun rongsokan sampah.

Diberitakan sebelumnya, Rabu (11/7), sekitar pukul 13.00 WIB, korban sedang berada di lereng gunungan sampah bersama pemulung lainnya yang bernama Miskan. Ketika itu, tiba-tiba gunungan sampah longsor dan Agus dikabarkan tertimbun di bawahnya. Sedangkan Miskan berhasil menyelamatkan diri.

Kemarin, ratusan petugas relawan SAR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), beserta TNI-Polri melakukan pencarian lanjutan. Meski belum menemukan korban, ada tanda-tanda bahwa korban dimungkinkan untuk segera ditemukan. Tas keranjang sampah yang digendong korban saat peristiwa itu sudah ditemukan petugas.

”Untuk pencarian kali ini, kami temukan keranjang sampah yang diduga milik korban. Mungkin lima hingga sepuluh meter dari lokasi ditemukannya keranjang, kami bisa menemukan korban,” kata Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri saat ditemui di lokasi kemarin.

Menurut dia, longsoran sampah dari ketinggian sekitar 100 meter itu menyulitkan evakuasi. Apalagi, kemiringan timbunan sampah sekitar 70 derajat. Sangat miring. Evakuasi pun hanya mengandalkan pencarian manual.

”Tapi, kami akan terus lakukan pencarian. (Untuk penghentian evakuasi, Red), nanti lihat situasi,” tandasnya.

Memasuki waktu sore, pencarian pun dihentikan. Kepala BPBD Kota Malang J Hartono dalam rilisnya menyebut, pencarian kemarin juga dilakukan melalui pantauan udara, yakni dengan menggunakan drone. Itu dilakukan untuk melihat gambar dan menentukan titik operasi SAR berikutnya.

Kemarin, pencarian dilakukan melalui dua tahapan. Pada tahap dua, pencarian dibantu paguyuban pemulung, sekitar 30 orang. Mereka dianggap paham dengan medan di TKP. Selain itu, anjing pelacak Polres Malang Kota juga dilibatkan.

”Hingga pukul 16.00 (menjelang malam, Red), korban belum ditemukan dan operasi diberhentikan untuk dilanjutkan kembali hari berikutnya (pagi ini, Red),” kata pejabat eselon II itu.

Sampah di lokasi seluas 32 hektare itu memang dinilai sudah overload. Dalam sehari, ada sekitar 500 ton sampah masuk TPA Supiturang. ”Kapasitas sampah memang sudah overload sejak tiga tahun lalu,” pungkas Kepala UPT TPA Supiturang Turut Setiaji.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Darmono