Hari Ini, 600 Guru Rembuk Bareng Pak Menteri

Prof Dr Muhadjir Effendy

MALANG KOTA – Momen langka bagi dunia pendidikan di Malang Raya bakal tersaji hari ini (26/8). Sekitar 600 peserta dari berbagai stakeholders akan membahas tentang perkembangan pendidikan termutakhir.

Menariknya, acara ini akan dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemedikbud) RI Prof Dr Muhadjir Effendy MAP.

Acara yang digelar di Gedung Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan Elektronika (PPPPTK BOE) Kelurahan Arjosari, Kota Malang, ini bakal membahas tentang program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang akhir-akhir ini menjadi polemik. Di masyarakat, program ini populer dengan nama Full Day School (FDS).

Acara bertema Diskusi Interaktif Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan yang diselenggarakan oleh Kemendikbud dan Jawa Pos Radar Malang ini diharapkan mampu mencari solusi dari program PPK yang menuai polemik. Para guru dan kepala sekolah cukup antusias menyambut acara ini.

Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN Kota Malang Tri Suharno menyatakan, antusiasme sekolah dalam menyambut diskusi interaktif ini cukup bagus. Meskipun sekolah di Kota Malang ada yang menerapkan sekolah lima hari dan ada yang tidak menerapkannya.



”Diskusi ini tujuannya memantapkan pelaksanaan PPK, selama ini di Malang, sekolah negeri maupun swasta ada yang lima hari sekolah, sedangkan satu hari yakni hari Sabtu digunakan untuk PPK,” kata Tri Suharno kemarin (25/8).

Menurut dia, sekolah lima hari di Kota Malang memang belum menjadi polemik yang heboh. Lantaran, saat ini kebijakan tersebut masih menjadi opsi. Jadi, sekolah bisa menerapkannya atau tidak.

”Anak-anak di Kota Malang, menurut saya, sudah biasa pulang sore hari sehingga tidak masalah jika kebijakan tersebut diterapkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua MKKS SMKN Kabupaten Malang Drs Didik Indratno MM juga menyambut baik kebijakan ini. Apalagi, banyak kesalahpahaman dalam penerapan sekolah lima hari atau Full Day School.

”Kalau disimak dan dipahami, itu bukan berarti melakukan pembelajaran yang terus-menerus, tapi lebih kepada penguatan karakter para siswa,” kata Didik kemarin.

Menurut dia, sekolah delapan jam dalam sehari itu memang bisa menjadi masalah. Tapi, ini untuk pendidikan dasar. ”Untuk SMK, saya kira tidak terlalu bermasalah. Tapi, kalau anak usia SD kan ada yang sore harinya mengaji dan juga les,” imbuhnya.

Sementara itu, dialog hari ini akan dikemas santai. Lantaran, selain diskusi dengan Pak Menteri, panitia juga membagi-bagikan goody bag kepada peserta. Nantinya, para peserta akan diberikan beragam pertanyaan. Bagi yang benar menjawabnya akan memperoleh hadiah.

Pewarta: Desak Putu
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Radar Malang