Hari Anak Nasional, Pelajar Difabel Mewarna Bareng di Atas Talenan

KOTA MALANG- Puluhan anak different ability (difabel) kota Malang nampak riang dan gembira, Selasa (23/7). Pasalnya, di Hari Anak Nasional (HAN) tahun ini, mereka diberikan wadah untuk mengembangkan bakat sekaligus keberaniannya mewarna dalam acara “Lomba Mewarnai untuk Disabilitas” di Perpustakaan Umum Kota Malang.

Dengan menggunakan crayon dan juga pensil warna, puluhan anak difabel yang terdiri dari tuna rungu, autis, dan down-syndrome ini sengaja diarahkan panitia untuk mewarna di talenan alih-alih kertas biasa.

Koordinator Acara Lomba Mewarnai untuk Disabilitas, Dewi Nur Amalia, menjelaskan, acara tersebut sengaja disediakan panitia untuk menegaskan bahwa difabel juga bisa melakukan hal layaknya anak sekolahan normal biasanya.

“Unik, karena di sekolah normal lainnya juga kita lihat banyak yang memakai talenan. Kita ingin membuktikan kalau difabel juga bisa,” tegas Dewi.

Sementara itu, juri perlombaan, Sadikin Pard mengatakan, selain talenan, difabel juga diberikan kesempatan untuk memunculkan keberanian dan juga kreatifitasnya dalam hal mewarnai.

Ia menjelaskan, dalam perlombaan yang diselenggarakan oleh YDSF ini, penilaian lombanya tidak menuntut para peserta untuk mewarna sesuai ketentuan umum seperti awan harus biru atau domba harus berwarna putih.

“Kita nilainya semakin warnanya itu unik seperti awannya gak selalu berwarna putih atau dombanya nggak selalu warna putih. Kita beri kebebasan,” tuturnya.

Memang benar perkataan Pard, sapaan akrabnya, dari pantauan radarmalang.id disela sibuk dan riuhnya peserta menghias talenan dengan warna, beberapa peserta nampak mewarnai domba yang seharusnya putih dengan pewarna merah.

Seusai mewarnai, nantinya hasil karya tersebut bakal dibawa pulang peserta untuk dipajang di masing sekolahnya, yakni Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunas Bangsa,YPAC, Sumber Darma, Sumber Dayu, dan Putra Pancasila.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Laoh Mahfud
Penyunting: Fia