Harga Turun Terus, Konsumen Senang, Tapi…

KOTA MALANG – Menjelang tutup akhir tahun, Kota Malang alami pertumbuhan ekonomi yang melambat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi tahunan yang mencapai 2,71 persen lebih dirasakan para pengusaha.

Kepala BPS Kota Malang M. Sarjan mengungkapkan, catatan inflasi Kota Malang mengalami kelambatan. “Kalau yang menyebabkan inflasi tahunan, ada pukulan deflasi september yang sebesar -0,30 persen,” kata dia.

Sumbangan deflasi ini tercatat lebih tinggi dari deflasi Jawa Timur 0,01 persen dan deflasi nasional yang mencapai 0,18 persen pada bulan yang sama. “meski, untuk tahun ini baru tercatat sekali alami deflasi, tapi karena angkanya besar tentu ada efeknya,” kata Sarjan.

Efek yang dimaksud Sarjan, adanya komoditas yang mengalami penurunan harga. Sarjan menjelaskan lebih lanjut, penurunan harga ini sebenarnya cukup menguntungkan masyarakat. Tercatat, ada 10 komoditas yang alami harga murah diantaranya penyumbang terbesar di sektor bahan makanan. Dari sektor bahan makanan, penyumbang deflasi year on year (yoy) 2,79 persen.

“Masyarakat boleh senang. Tapi kalau deflasi terus, kan pengusaha-pengusaha nggak mau. Nggak enak buat pengusaha,” ujar Sarjan saat ditemui di kantornya.

Dari hasil analisanya, jika deflasi ini kembali mengancam di triwulan pertama atau kedua 2019, pengusaha akan mengalami kesulitan mengatrol harga barang, dan perputaran modal di dalam perusahaan. Terutama menjadi bahan pertimbangan perusahaan, karena inflasi digunakan sebagai salah satu rumus menghitung Upah Minimun Provinsi (UMP) tahunan.

“Seharusnya baik deflasi dan inflasi ini bisa bernilai positif untuk investasi, dengan catatan tidak memberatkan masyarakat juga. Win-win lah,” tambahnya. Sarjan mengatakan, angka inflasi tahunan atau year on year (YOY) Kota Malang lebih rendah dibanding 2017 lalu. Pada Oktober 2018 ini, angkanya mencapai 2,71 persen. Sementara pada periode yang sama 2017 lalu, inflasi tahunan tercatat di angka 4,03 persen. “Yang ideal itu kan plus minus (kurang tambah) 1 dari 3 persen. Ini (angka Kota Malang) sebenarnya masih bagus. Kan tahun juga masih berjalan,” tuturnya.

Dari data historis lima tahun terakhir, pada bulan September Kota Malang selalu mencatatkan inflasi sendiri dengan nilai rat-rata 0,05 persen.menilai perkembangan inflasi masih sejalan dengan pencapaian sasaran inflasi tahun 2018 yakni di rentang 3,5+1 persen.

Pewarta : Sandra Desi
Penyunting : Shuvia Rahma