Harga Telur Ayam Merangkak Naik

Seorang peternak ayam petelur di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, membersihkan kandang ayamnya kemarin (24/2).

KOTA BATU – Para peternak ayam petelur kini bisa sedikit bergembira. Sebab, harga jual telur sekarang ini sedang naik. Bila harga telur pada pekan lalu per kilogramnya Rp 17.300, kemarin (24/2) harganya naik menjadi Rp 18 ribu per kilogram. Para peternak ayam petelur berharap harga telur masih bisa naik lagi. Hal itu seperti yang diungkapkan Galih Prayoga, peternak ayam petelur di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo.

Menurut Galih, harga sekarang ini memang relatif tinggi. Hal itu disebabkan beberapa faktor. ”Sekarang hujan deras. Jadi, nelayan tidak banyak yang melaut. Lalu, hasil ikan tidak sebanyak saat musim kemarau,” kata dia.

Turunnya pasokan ikan dari nelayan tangkap ini membuat masyarakat sedikit banyak beralih ke telur sebagai ganti ikan. ”Ya, bisa jadi mereka ganti makan telur,” kata dia sambil tertawa.

Dari pengalamannya selama beternak ayam petelur, kondisi seperti ini memang sangat berpengaruh terhadap harga telur. ”Sekarang ini permintaan juga lebih banyak,” terangnya.

Masih menurut Galih, perayaan tahun baru Imlek yang masih terasa juga memicu harga telur terkerek. ”Ya senang lah kalau naik seperti sekarang ini,” terang dia.

Harga di awal 2018 ini memang cukup baik bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya di bulan yang sama. ”Tahun lalu itu, kalau tidak salah pas Maret harganya hancur, hanya Rp 14.500 per kilogramnya,” terang dia.

Dengan hancurnya harga tersebut, menurutnya bisa dipastikan peternak ayam petelur rugi. ”Minimal itu harga jual Rp 15 ribu per kilogram. Itu sudah ngepres, tidak untung,” kata putra M. Junaedi itu.

Dia melanjutkan, harga jual Rp 15 ribu per kilogram sudah bisa mengganti harga pakan untuk ayam petelur yang selama ini cukup tinggi. Perawatan sehari-hari ayam petelur juga gampang-gampang susah. ”Ayam kalau tidak dirawat baik, setahun sudah afkir (masa terakhir bertelur),” kata dia.

Kalau dirawat dengan baik, di menambahkan, masa bertelur bisa sampai dua tahun. ”Karena itu, perawatan itu kami maksimalkan agar bisa lebih lama bertelurnya. Kalau sudah tidak bisa bertelur, ya dijual,” terang Galih.

Sekitar 5 ribu ekor ayam yang diternaknya kurang lebih bisa menghasilkan 18 peti (kotak). Dalam satu peti bisa memuat hingga 10 kilogram telur. Dalam sehari, berarti Galih bisa memanen 180 kilogram telur. Jika harga jualnya Rp 18.000, maka sehari Galih bisa mendapatkan penghasilan Rp 3,2 juta.

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Aris Syaiful
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Rubianto