Harga Sewa Rumah Pemicu Utama Inflasi

Komoditas Daging Ayam dan Telur Cenderung Turun

MALANG KOTA – Naiknya harga sewa dan kontrak rumah jadi penyumbang terbesar inflasi Kota Malang pada Februari lalu. Selain itu, naiknya harga bumbu dapur hingga bahan bangunan juga ikut memberi kontribusi. Kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut membuat Kota Malang menduduki peringkat ke-6 sebagai daerah penyumbang inflasi di Jawa Timur.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Drs Mohammad Sarjan menyatakan, tingkat inflasi Kota Malang mencapai 0,17 persen pada bulan Februari lalu dengan tingkat Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 132.22.

”Untuk inflasi kalender, akumulasi dari tingkat inflasi bulan Januari hingga Februari 2018 sebesar 0.86 persen,” ujarnya.

Sementara untuk inflasi YoY (year of year) sendiri, Kota Malang mencapai 2,90 persen. ”Jumlah ini turun jauh dari bulan Januari 2018 yang tingkat inflasinya sebesar 0,69 persen,” ujarnya.

Sarjan menjelaskan, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan persentase 1,63 persen. ”Disusul kelompok pangan di peringkat kedua dengan tiga komoditas yang mengalami kenaikan harga,” ujarnya.

Komoditas teratas yang mengalami kenaikan harga pada Februari 2018 antara lain sewa rumah, kontrak rumah, bawang putih, cabai merah, bensin, cat tembok, cabai rawit, emas perhiasan, angkutan antarkota, dan besi beton. Sementara, sepuluh komoditas yang mengalami penurunan harga di Februari 2018 di antaranya angkutan udara, daging ayam ras, telur ayam ras, tahu mentah, kentang, kelapa, semen, udang basah, wortel, dan jagung manis.

Komoditas peringkat atas yang mengalami kenaikan harga adalah sewa rumah dengan kenaikan 9,76 dengan andil inflasi 0,1869 persen. Disusul kontrak rumah sebesar 3,93 persen dan cat tembok menduduki peringkat enam dengan kenaikan harga sebesar 4,04 persen. Besi beton juga mengalami kenaikan harga sebesar 3,00 persen.

Sementara itu, komoditas yang mengalami kenaikan pada kelompok bahan makanan adalah sub kelompok bumbu-bumbuan seperti bawang putih, cabai merah, serta cabai rawit. Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi paling besar, masih menurut Sarjan, adalah kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Pewarta: NR2
Penyunting: Achmad Yani
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Rubianto