Harga Melambung, Petani Untung

Minimnya ketersediaan sayuran selada bulat (petani biasa menyebutnya salad) mengakibatkan harganya melonjak setiap minggunya. Barangkali, sudah tidak ada lagi petani di Desa Sumberejo, Kota Batu, yang menanam sayuran salad. Mereka memilih menanam sayuran seledri dan andewi.

KOTA BATU – Minimnya ketersediaan sayuran selada bulat (petani biasa menyebutnya salad) mengakibatkan harganya melonjak setiap minggunya. Barangkali, sudah tidak ada lagi petani di Desa Sumberejo, Kota Batu, yang menanam sayuran salad. Mereka memilih menanam sayuran seledri dan andewi.

Seperti halnya yang dilakukan Dul Majid, petani asal Desa Sumberejo. Dia mengungkapkan lebih memilih menanam sayuran andewi dan seledri karena ketersediaan sayuran salad minim. Saat ini, harga salad mencapai Rp 10.000 per kilogram. Padahal, harga normalnya Rp 5.000 per kilogram. ”Harga (salad) sekarang naik. Saya sangat senang. Tapi ya itu, sudah jarang petani sini yang menanamnya,” ujar Dul Majid Jumat lalu (26/1). ”Harga yang naik, bisa untung. Namun, biaya perawatan juga tinggi,” imbuhnya.

Intensitas hujan yang tinggi juga membuat sebagian petani beralih menanam sayuran lain. Masih menurut Dul Majid, meski sudah beralih pada sayuran lain, tetapi tak jarang hasil panennya mengalami penurunan. ”Ini kan hujan terus, jadi kadang sayuran banyak yang busuk dan hasilnya tidak baik,” imbuhnya.

Untuk menjaga sayuran yang ditanamnya tetap berkualitas tinggi hingga tiba masa panen, para petani di Desa Sumberejo rutin melakukan perawatan terhadap tanamannya. ”Memberikan pupuk dan menyemprot sayuran saya lakukan agar panen yang dihasilkan baik. Namun ada banyak yang rusak juga, karena musim hujan,” tutupnya.

Pewarta: Rdl
Penyunting: Aris Syaiful
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Rubianto