Harga Ikan di Batam Mulai Melambung

JawaPos.com – Angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi di wilayah perairan Kepulauan Riau (Kepri) mulai memberi dampak. Tidak hanya pada aktivitas kelautan yang terganggu, suplai ikan di pasar-pasar juga mulai berkurang. Sehingga membuat harga ikan dan hasil laut lainnya mulai mengalami kenaikan.

Meski demikian, kenaikan harga ikan yang terjadi masih berada di batas wajar. Hal itu menyesuaikan suplai ikan yang memang telah berkurang sejak akhir 2018.

Salah satu pedagang ikan di Pasar Aviari, Oman, 42, mengatakan, kenaikan harga ikan tidak berpengaruh pada aktivitas mayarakat berbelanja di pasar. Kondisi tersebut bisa dimaklumi karena kerap terjadi pada penghujung dan awal tahun.

Di lapak milik Oman hanya ikan Bawal yang mengalami kenaikan agak tinggi. Dari semula Rp 35 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 40 ribu per kg. Sementara jenis ikan dan hasil laut lainnya hanya mengalami kenaikan sedikit. “Ikan memang kurang, ada yang sudah naik sedikit-sedikit aja,” kata Oman di Pasar Aviari, Kecamatan Batu Aji, Batam, Sabtu (19/1).

Para pedagang tidak memanfaatkan berkurangnya suplai ikan untuk menaikan harga ikan secara signifikan. Sebab akan berimbas pada daya beli masyarakat. “Kami sesuaikan dengan harga kami beli. Kalau naik tinggi nanti tidak ada yang beli, susah juga,” ucap Oman.

Saat ini yang menjadi persoalan bagi pedagang adalah bagaimana bisa menjaga suplai ikan agar tetap bisa berjualan. Oman dan pedagang lain bersyukur masih ada nelayan yang melaut meskipun kondisi perairan di wilayah Kepri sedang tidak bersahabat.

Sesuai data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, ada kenaikan harga ikan di empat pasar yang dijadikan sampel. Namun ada juga jenis ikan yang justru mengalami penurunan harga. Yaitu ikan Selar yang sebelumnya Rp 52. 500 per kilogram, turun menjadi Rp 51 ribu.

Sementara kenaikan terjadi pada jenis ikan Kembung dari sebelumnya Rp 37 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 44.500 per kg. Ikan Tongkol yang sebelumnya berada di angka Rp 28 ribu per kg, naik menjadi Rp 35.500 per kg.

Editor           : Sofyan Cahyono

Reporter      : Bobi Bani