Harga Emas Naik, Pundi-pundi Pemkab Banyuwangi di Saham MDKA Melonjak

JawaPos.com – Naiknya harga emas mendongkrak harga saham-saham pertambangan di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), salah satunya PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Laju kenaikan harga saham MDKA mempertebal pundi-pundi pemegang sahamnya, salah satunya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Dengan kisaran harga di level Rp 4.000 per saham, dan kepemilikan saham sebanyak 229 juta saham, nilai kekayaan pemkab Banyuwangi di saham MDKA mencapai lebih dari Rp 900 miliar. PT Merdeka Cooper Gold Tbk diketahui mencatatkan sahamnya di lantai BEI pada Juni 2015 dengan harga Rp 2.000 per lembar saham. Saat ini harga sahamnya telah naik 100 persen.

“Dengan nilai saham sebesar itu Pemkab Banyuwangi punya modal besar untuk membiayai pembangunannya. Mereka bisa saja melepas sebagian kecil sahamnya ke pasar,” ujar Analis PT Koneksi Kapital Marolop Alfred Nainggolan, Kamis (13/6).

Secara fundamental MDKA kini juga sedang mengembangkan proyek tambang bawah tanah yang diperkirakan memiliki kandungan emas dan tembaga dalam jumlah yang lebih besar.



Marolop mengungkapkan bahwa MDKA punya karakter sebagai saham growth stock, dimana memang pada kategori ini dividen tidak menjadi hal yang utama bagi investor, namun saham growth stock memberikan pertumbuhan yang lebih besar diatas pasar. Jadi alokasi sisa laba akan diinvestasikan kembali kedalam ekspansi bisnis.

“Mereka (MDKA) butuh biaya besar untuk membiayai tambang bawah tanah. Makanya perusahaan beberapa kali melakukan right issue,” imbuhnya.

Tahun ini MDKA menargetkan produksi emas berkisar 180.000 Oz hingga 200.000 Oz. Hingga kuartal I 2019, MDKA telah memproduksi 46.515 Oz emas, 63,977 Oz perak, dan 4.616 ton tembaga.

“Secara fundamental MDKA sangat positif dan sektor bisnisnya cukup stabil. Nilai perusahaannya tumbuh 19% per tahun sejak IPO, Jauh diatas pertumbuhan rata-rata pasar yang hanya sebesar 6%/tahun, Pemkab Banyuwangi beruntung bisa memiliki saham di tambang ini,” ujar Marolop.

Hadirnya tambang emas di Banyuwangi membuat ekonomi kabupaten paling timur di Jawa Timur ini makin bergairah. Selama 5 tahun terakhir, ekonominya tumbuh diatas pertumbuhan ekonomi propinsi Jawa Timur dan nasional.

Tahun 2018 ekonomi Banyuwangi tumbuh 5,70 persen, berbanding 5,51 persen propinsi Jatim dan nasional 5,04 persen. Sementara pengeluaran per kapita Banyuwangi, sesuai data BPS Jawa Timur tahun 2018, mencapai Rp 11.828.000, naik tajam dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp 10.692.000.

Editor : Mohamad Nur Asikin