Hapus Konten Khilafah dan Jihad di Buku PAI

MALANG KOTA – Perombakan kurikulum pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), terutama tentang konten khilafah dan jihad, masih memicu polemik. Perubahan materi tersebut juga diberlakukan untuk buku PAI tingkat madrasah aliyah (MA) di Kota Malang. Kemenag Kota Malang pun menyatakan kesiapannya mendukung upaya deradikalisasi yang digulirkan Kemenag Pusat.

Kepala Kantor Kemenag Kota Malang Muhtar Hazawawi menerangkan, pihaknya sudah menerima edaran Kementerian Agama RI dengan nomor B4339.4/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/12/2019 tentang Implementasi KMA 183 Tahun 2019 dan KMA 184 Tahun 2019 yang diedarkan 4 Desember lalu itu. ”Jadi kami sangat mendukung upaya pemerintah pusat itu. Kami laksanakan 3 poin dari edaran itu, ndak ada istilahnya kami tidak mendukung. Kami setuju adanya penghapusan konten khilafah dan jihad itu,” terang Muhtar.

Menurut Muhtar, pihaknya juga mewujudkan komitmen tersebut dalam giat Hari Amal Bhakti Ke-74 Kemenag 15 Desember mendatang. Event yang dikemas menjadi gelaran jalan sehat bertajuk Jalan Sehat Kerukunan itu bakal diikuti perwakilan 6 agama yang ada di Bhumi Arema.

”Bahkan kami buat acara itu dengan tema ’Jalan Sehat Kerukunan Upaya Mewujudkan Deradikalisasi dan Moderasi Beragama’. Jadi kami juga berupaya mewujudkan deradikalisasi itu,” beber Muhtar. Acara yang bakal dihelat di ajang Car Free Day (CFD) itu juga dihadiri oleh Wali Kota Malang Sutiaji beserta jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).

Pewarta : Mva
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani