Hanya Modal Cantik, Itu Namanya Sexy DJ, Bukan Female DJ

Hanya Modal Cantik, Itu Namanya Sexy DJ, Bukan Female DJ

Bagaimana tidak! Perempuan yang kini berdomisili di Manado tersebut sudah banyak mengenyam banyak pengalaman panjang saat menghibur para pecinta dunia musik bergenre Elektronic Dance Music (EDM) di berbagai pusat hiburan malam ternana di tanah kelahirannya. Seperti di antaranya Altitude the club, R1 manado, Lasvegas Manado, Hollywood Manado, Dlight entertaiment, Sarona pub, Hollywood Bitung, Mantos Town Scare Manado, ITC Manado, dan di berbagai event besar lainnya.

“Dan paling jauh sih saat tampil perdana di panggung Vi Ai Pi Club Bali,” tutur perempuan muda nan cantik saat ditemui koran Bali Express (Jawa Pos Group) beberapa waktu lalu.

Berkat skill serta kelihaiannya memainkan controller DJ tersebut, perempuan yang kini sibuk dengan rutinitasnya sebagai resident female DJ di Junggle Beer Manado ini kian ‘moncer’ dan mendapatkan tempat untuk menggeluti profesi di dunia entertainment. Awal ketertarikannya dengan profesi sebagau seorang female DJ, diakuinya karena memang memiliki hobi tentang dunia musik.

“Dan saya bisa menyalurkan hobi saya ini untuk bisa berpenghasilan juga,” tutur dara cantik berusia 25 tahun ini.

Ia mengaku, menjalani profesi sebagai peramu musik memang tidak Begitu sulit, namun yang kerap menjadi kendalanya adalah ketika kita harus menyesuaikan jam perfom yang berlangsung tengah malam.

“Yang pasti saya sangat merasa nyaman sebagai DJ. Dan profesi ini juga saya lakoni bukan karena ikut-ikutan tren, namun karena memang saya ingin mengeksplor hobi musik saya secara profesional saja. Nah, untuk bisa menjadi DJ profesional itu pun bukan hanya suka dengan satu genre saja, buat aku. Akan tetapi harus memili skill menguasai semua genre dan bisa menyuguhkan musikalitas yang berkarakter. Dan itu sangat penting buat saya,” jelas Savona yang pernah belajar DJ di Bitung DJ school.

Terkait pandangannya tentang menjamutnya para female DJ saat ini, gadis seksi kelahitan Bitung, 14 septembet 1992, ini mengaku wajar-wajar saja dan menanggapinya secara positif. Apalagi profesi yang sudah sangat menjanjikan ini sangat terbuka lebar memberi kesempatan bagi siapa saja untuk berkarir. 

“Ya memang perkembangan yang kian marak itu hal wajar ya, selagi kita berpikir positif. Toh semua orang ada pilihannya sendiri untuk mengetahui dan terjun di dunia DJ. Akan tetapi, menanggapi maraknya Female DJ yang hanya bermodal paras cantik dan tubuh sexy, itu sih sah-sah saja. Pemikiran saya pada intinyanadalah DJ yang profesional itu butuh skill dan harus menguasai alat DJ. karena kalau hanya bermodal cantik dan tubuh sexy itu bisa di katakan bukan female DJ, tetapi Sexy DJ. Dan disitu letak perbedaannya,” bebernya sedikit tersenyum.

Apalagi, lanjut Savona, peran female DJ ini sangat penting. Sekurang-kurangnya yang dibutuhkan oleh seorang DJ itu adalah  kepercayaan diri saat tampil, performance menarik lewat bermusik dan tentunya selalu update dengan tren musik baru, bersikap profesional serta punya attitude yang baik dalam berpenampilan maupun bertindak. 

“Karena yang menarik dari dunia DJ ini adalah di saat kita manggung, semua mata clubers melihat kita dan yang pastinya kita berdiri dan perfom untuk menghibur,” tutupnya.

(bx/vir/yes/JPR)