Hanya Latihan Semalam, 2 Mahasiswa ITN Sabet Juara 3 Mobile Robotics ASC XIII

KOTA MALANG – Mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang sabet juara ketiga dalam Seleksi Daerah ASEAN Skills Competition (ASC) XIII tahun 2019. Mereka menjuarai bidang mobile robotics di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang digelar pada 22-25 April 2019 lalu.

Kedua mahasiswa ITN Malang bernama Agung Darmawan dan Galih Aminullah ini terbilang nekat saat berkompetisi. Pasalnya, mereka hanya latihan semalam karena tak punya robot, sehingga harus meminjam kepada pihak PENS. Agung mengatakan robot yang digunakan adalah robotino merk Visto dari Jerman dengan harga mencapai Rp 170 juta.

“Jadi lombanya itu, dikasih waktu memprogram 1 jam, trial 3×15 menit, dan test 8 menit. Karena kita pakai robot pinjam, kita tidak tahu karakteristik dari robot sehingga membuat kita kesulitan saat membuat program dan trial,” ujarnya.

Karena kendala penguasaan karakteristik robot itulah saat menjalani sesi tes program, hasil karya mereka masih belum sempurna dan tidak bisa menyelesaikan test project yang diberikan. Sehingga ketika kompetitor lain fokus menyelesaikan test project tersebut sampai finish lain halnya dengan Agung dan rekannya.


“Karena kita tahu robot kita tidak memadai dan belum sempet latihan, kita hanya berfokus mencari point sebanyak mungkin. Robotnya itu bekerja sesuai test project yang diberikan, kita kemarin menyelesaikan test project berupa mencocokan codemarker di port dan codemarker di target,” sambungnya.

Jika robot berhasil mengenali codemarker di port lalu robot bergerak menuju target yang memiliki codemarker yang serupa maka misi berhasil. Meski tim ITN tidak bisa menyelesaikan dengan maksimal misi tersebut, namun robot mereka mendapatkan banyak point dari tes project yang dibuat.

Seleksi Daerah ASC XIII merupakan kompetisi yang diadakan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan transmigrasi (Disnaker) Provinsi Jawa Timur. Ada 5 tim yang berkompetisi dalam ajang ini, dua tim berasal dari PENS, dan 2 tim lain berasal dari Universitas Merdeka Malang. Tak banyak memang yang berkompetisi, karena jumlah peserta dibatasi dan seleksinya ketat. Peserta yang lolos kini tinggal menunggu kabar apakah selanjutnya akan melaju ke Seleksi ASC tingkat Nasional hingga ASEAN atau tidak.

Pewarta: Rida ayu
Foto: Istimewa
Penyunting: Fia