Hamil Muda, Suami Tergoda Janda

MALANG KOTA – Rumput tetangga memang tampak lebih hijau. Itu pula yang dirasakan Markucel, 33, warga Blimbing, Kota Malang. Meski sudah mempunyai istri cantik, dia masih saja kepincut dengan kemolekan tubuh tetangganya.

Padahal, Markonah, 33, cantik bukan main. Bodinya seksi seperti alat musik biola. Kulitnya juga kuning langsat. Banyak lelaki yang iri dengan keberuntungan Markucel. Padahal, Markucel bukan termasuk pria ganteng. Penghasilannya sebagai kontraktor juga tidak menentu.

Ketika banyak proyek, bisa dibilang hidupnya berkecukupan. Tapi saat tidak ada proyek, hidupnya serba kekurangan. Jangankan untuk biaya perawatan Markonah, untuk membeli beras dan lauk saja masih kurang.

Meski diselimuti keberuntungan, Markucel tetap saja tidak bersyukur. Dia sering meninggalkan istrinya di rumah, sementara dia mencari perempuan lain di luar. Pada Januari 2017 lalu, dia berkenalan dengan Srintil, 25, tetangga kampung.

Mulanya mereka hanya berkomunikasi melalui WhatsApp. Tapi, lama-lama janjian bertemu di suatu tempat, lalu ber-hohohihe di salah satu hotel di Kota Malang. Srintil yang sudah menjanda itu mau saja meski sudah mengetahui bahwa Markucel beristri. Maklum, Markucel jago di atas ranjang sehingga selalu bisa memuaskan Srintil.



Mulanya, perselingkuhan Markucel dengan Srintil itu aman-aman saja. Tapi sebulan berpacaran, aksinya ketahuan Markonah. Tidak sengaja ibu tiga anak itu membuka handphone milik Markucel. Dia kaget bukan kepalang saat mengetahui bahwa suaminya menerima chat mesra dari perempuan lain.

Padahal, saat itu Markonah hamil tiga bulan. Layaknya istri lainnya, dia pun menanyakan kepada Markucel. Ternyata Markucel mengakui telah menjalin asmara dengan perempuan lain. Tidak terima, akhirnya Markonah mengajukan gugatan cerai ke kantor Pengadilan Agama (PA) Kota Malang. Pada Februari 2019 lalu, permohonan cerainya dikabulkan oleh pengadilan. ”Daripada dikhianati, lebih baik disudahi saja,” kata Markonah ketika mengambil akta cerai di kantor PA beberapa waktu lalu.

Pewarta               : Fajrus Shidiq
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Mahmudan