Hambali Tolib dari Persela Resmi Gabung, Lini Serang Persebaya Komplet

JawaPos.com – Tak ada sosok Hambali Tholib saat Persela Lamongan menggelar latihan perdananya (21/1). Sebab, winger 19 tahun itu sudah tiba di Jogjakarta kemarin sore. Dia sudah resmi menjadi milik Persebaya Surabaya. Hambali akan langsung bergabung dalam sesi latihan hari ini.

Kehadiran Hambali membuat pelatih Persebaya Aji Santoso girang. Sebab, kedatangan pemain kelahiran Makassar itu melengkapi komposisi lini depan. ’’Pemain sayap maupun depan sudah pas,’’ kata pelatih 49 tahun tersebut saat dihubungi Jawa Pos.

Persebaya Surabaya

Praktis, Persebaya memiliki enam winger saat ini. Selain Hambali, ada Irfan jaya, Bayu Nugroho, Oktafianus Fernando, M. Supriadi, dan Osvaldo Haay. Artinya, Aji memiliki banyak opsi untuk posisi sayap. Belum lagi beberapa pemain juga bisa tampil sebagai winger. Misalnya, gelandang Mahmoud Eid dan striker Patrich Wanggai.

Meski banyak pesaing, hal itu diyakini tak jadi masalah. Sebab, Hambali tak akan kesulitan beradaptasi. Maklum, dia pernah bekerja sama dengan Aji saat berseragam Persela. Meski begitu, Aji menegaskan bahwa hal tersebut tak akan jadi garansi bagi Hambali untuk tampil sebagai starter.

Menurut Aji, pemain yang tampil bagus di latihan bakal jadi pilihan utama. ’’Hambali ini pemain kunci saat di Persela. Tapi, di Persebaya dia harus fight dan bersikap profesional. Tidak ada pemain bintang,’’ tegasnya. Dia berharap Hambali bisa menunjukkan penampilan terbaik. ’’Siapa yang bekerja keras, pasti akan saya prioritaskan (sebagai starter),’’ ucap mantan bek kiri Persebaya itu.

Di sisi lain, Aji menepis kabar bahwa Hambali adalah pengganti Osvaldo Haay. Maklum, pemain 22 tahun tersebut sampai saat ini belum memperbarui kontrak bersama Green Force. Osvaldo juga belum bergabung dengan skuad Persebaya yang melakoni training center (TC) di Jogjakarta.

Namun, Aji tak mau ambil pusing. Jika akhirnya bertahan, dia tentu senang. Tapi, jika akhirnya hengkang, dia sama sekali tidak khawatir. ’’Kalau saya paksa bertahan kan nggak enak. Dia (Osvaldo) pasti nanti mainnya nggak nyaman. Sepak bola itu masalah hati. Kalau dipaksa, kan kasihan pemainnya,” jelas pria yang pernah menangani PSIM Jogjakarta tersebut.