Hadapi Revolusi Industri 4.0, STIKes WCH Lirik Pembelajaran Smart Classroom

KEPANJEN – Terus mengikuti jaman di persaingan global, perguruan tinggi merespon tantangan revolusi industri 4.0. Salah satunya adalah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Cipta Husada (STIKes WCH) yang merasa perlu menyediakan smart classroom atau program kelas berbasis teknologi di era sekarang.

“Beberapa hari lalu saya mengikuti acara yang diadakan Universitas Trisakti. Saya rasa smart classroom dan berbagai penggunaan teknologi di kampus ini memang urgent di masa sekarang,” sebut Ketua STIKes WCH, Dr Tayubi Hariyanto SE MM.

Sekolah tinggi yang memiliki kampus di Kepanjen, Kabupaten Malang itu tidak sendiri saat hadir dalam acara launching Trisakti Smart Classroom 2.0 (TSC 2.0)

Mereka bersama The Institute for Information Industry dari Taiwan yang dianggap sudah mumpuni dalam hal ini mengajak enam Universitas lain di Indonesia termasuk STIKes Widya Cipta Husada untuk berkolaborasi.

Universitas Trisakti bersama III Taiwan membuka Kantor Promosi pembelajaran STEAM pertama di Indonesia yang diberi nama The Constitution For International Education Cooperation Alliance.



Aliansi yang mencakup negara-negara Asia Pasifik ini melibatkan perguruan tinggi di Indonesia. STIKes Widya Cipta Husada jadi satu-satunya yang dipercaya.

TSC sendiri adalah wujud dan komitmen kampus untuk menerapkan lebih banyak teknologi dalam pembelajaran.

TSC 2.0 memperkenalkan fasilitas terbaru dalam menggunakan teknologi dan layanan, baik yang bersifat individual maupun kelompok. Fasilitas ini juga menerapkan berbagai solusi pembelajaran luring (offline) dan daring (online) yang menyajikan pengetahuan dan keterampilan penting. Mulai dari kursus bahasa, teknologi ilmu komputer, dan STEAM (sains, teknologi, engineering, seni, dan matematika).

Artificial intelligence (AI), augmented reality (AR), hingga virtual reality (VR) jadi pembeda yang membantu proses pembelajaran.

“Misi dari aliansi untuk menyediakan sumber daya dan peralatan STEAM, mengadakan pelatihan dan lokakarya, hingga mempromosikan dan memperkenalkan pendidikan STEAM dan mengundang lebih banyak lembaga pendidikan Indonesia untuk bergabung dengan komunitas STEAM ini,” ujar Tayubi.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: STIKes WCH
Penyunting: Fia