Hacker Curi Ratusan Juta Data Nasabah Bank AS, Terbesar Sepanjang Sejarah

Hacker Curi Ratusan Juta Data Nasabah Bank AS, Terbesar Sepanjang Sejarah - JPNN.COM

jpnn.com, WASHINGTON – Nama Paige Thompson mendadak mendunia kemarin, Selasa (30/7). Dara 33 tahun itu dikabarkan ditangkap sebagai aktor salah satu pencurian data terbesar sepanjang sejarah. Tak tanggung-tanggung, data yang diambil dari server bank Capital One itu mencapai ratusan juta.

Warga Seattle itu ditangkap Senin lalu (29/7) setelah polisi memproses laporan dari Capital One. Perusahaan finansial dari Virginia, AS, itu menuding Thompson telah mencuri 100 juta data pribadi warga AS dan 6 juta data pribadi warga Kanada. Data tersebut diperoleh dari riwayat pengajuan kartu kredit yang tersimpan di pusat data bank.

Data yang dicuri termasuk 140 ribu nomor social security AS, 1 juta social insurance number dari Kanada, dan 80 ribu akun bank. Namun, kebanyakan yang diperoleh adalah data pribadi seperti nama, alamat, dan nomor kontak.

“Yang paling penting, tidak ada akun kartu kredit atau data log-in yang dicuri. 99 persen nomor social security juga masih aman,” ujar CEO Richard Fairbank menurut Agence France-Presse.



Meski begitu, saham Capital One tetap turun 5 persen kemarin (30/7). Banyak yang khawatir bank yang berfokus dalam bidang usaha kartu kredit itu bakal rugi besar.

Biaya tetek bengek seperti pemberitahuan kepada klien, audit kredit, perbaikan sistem, dan bantuan hukum saja bakal menelan USD 100 juta-150 juta. Jika dikurskan, mereka harus mengeluarkan Rp 1,4 triliun-2,1 triliun.

Belum lagi jika mereka digugat oleh klien dan kalah. Minggu lalu, lembaga pelaporan kredit Equifax diwajibkan membayar biaya kompensasi hingga USD 700 juta (Rp 9,8 triliun) karena kasus serupa. Pada 2017, 150 data konsumen mereka dicuri.

“Saya senang pelaku sudah tertangkap. Di sisi lain, saya menyesal kami telah membuat banyak klien merasa dirugikan,” ungkap Fairbank.