Habib Aboe: Hentikan Sebutan Cebong dan Kampret

Polisi Merampok Bank di Kalsel jadi Tamparan Awal Tahun - JPNN.COM

Aboe Bakar Al Habsy. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, BARITO KUALA – Anggota MPR Fraksi PKS Habib Aboe Bakar Al Habsy meminta penyebutan istilah cebong dan kampret dihentikan. Dia menilai penyebutan cebong dan kampret itu merupakan warisan Pilpres 2014 yang masih belum selesai.

“Saya minta hal itu disudahi, mari kita sambut dan sukseskan Pemilu 2019 dengan lebih baik,” kata Aboe saat sosialisasi Empat Pilar MPR di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Rabu (25/7).

Habib Aboe meminta masyarakat agar membawa suasana gembira dalam Pileg dan Pilpres 2019 mendatang. Dia menegaskan utamakan menjaga persatuan dan kerukunan. Menurutnya, beda pilihan saat Pileg dan Pilpres 2019 yang digelar serentak nanti jangan sampai menimbulkan friksi atau perpecahan.

“Sebagaimana norma Pancasila yang dipahami bersama, dalam berdemokrasi harus mengedepankan persatuan dan kerukunan,” kata wakil ketua Fraksi PKS di DPR itu.

Dia menegaskan pemilu merupakan hajat bersama. Ini merupakan proses demokrasi untuk mengganti pimpinan secara konstitusional.

Karena itu, dia mengajak membuat suasana yang menyenangkan, sehingga bisa melewati proses demokrasi ini dengan rasa gembira. “Jadi jangan bawa-bawa lagi sebutan yang tidak perlu dan cenderung menimbulkan ketegangan antar kelompok,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPR itu meminta untuk memberikan kompetisi yang menggembirakan. Dia menegaskan suarakan dukungan Capres 2018 yang disenangi dengan cara kreatif dan menghibur, seperti melalui musik atau karya seni lainnya.

“Dengan demikian, demokrasi ini akan semakin berwarna dan mengeratkan persatuan di Indonesia,” pungkasnya. (boy/jpnn)