Gus Romli: Program ‘Menyongsong Meteor’ Sudah 3 Tahun Berjalan Kenapa Sekarang Ramai?

Gus Romli

MALANG – Pondok Pesantren Miftahul Falahi Mubtadin’ (MFM) di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang hingga kini masih terus jadi pembicaraan terkait doktrin isu kiamat yang menyebabkan puluhan warga Ponorogo berbondong – bondong pindah ke Kasembon Malang.

Ditemui tim radarmalang.id, pimpinan ponpes MFM, M. Romli menyesalkan adanya kabar tersebut. Memang di ponpes yang dia asuh ini di tiga tahun terakhir telah ada program triwulan ‘Menyongsong Meteor’. Dimana hal itu adalah bentuk mengantisipasi terjadinya salah satu dai 10 tanda kiamat yakni adanya hantaman meteor di bulan Ramadan.

“Awal dari 10 tanda besar kiamat itu diawali dari hantaman meteor. Nah ini yang saya sampaikan, dan ini adalah bentuk kewaspadaan kekhawatiran saya kepada jamaah – jamaah yang mau menjalankan Ramadan di sini boleh saja, tapi saya anjurkan menyiapkan perbekalan untuk satu tahun ke depan. Karena saya khawatir jika Ramadanmu kali ini adalah Ramadan meteor,” ujarnya.


Gus Romli (sapaan akrabnya) menjelaskan jika para jamaah tersebut mulai melaksanakan ibadah sejak bulan Rajab, Syaban, hingga Ramadan. Mereka berdzikir dan melaksanakan ibadah lainnya selama triwulan (tiga bulan) itu.

“Banyak jamaah thoriqoh dari luar kota bahkan luar Jawa yang datang untuk beribadah itu. Dalam triwulan ini mereka mendekatkan diri kepada Allah dan menyongsong meteor ya, bukan kiamat,” imbuhnya.

Pengasuh Ponpes MFM merasa heran dengan viralnya pemberitaan saat ini. Pasalnya kegiatan triwulan sudah tiga tahun berjalan, namun baru ramai di tahun ketiga.

“Program triwulan terus berjalan 3 tahun ini
Kenapa kok yang 2 tahun tidak rame, sekarang kok rame,” pungkasnya.

Pewarta: Arifina
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto: Arifina