Gus Ipul berkunjung ke pabrik kopi

Gus Ipul berkunjung ke pabrik kopi

Gus Ipul bersama karyawan lantas menyanyikan jingle kampanye berjudul Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur. Mereka bergoyang bersama dengan aliran musik yang rancak. “Selamat siang bapak dan ibu, bagaimana kabarnya?,” sapa Gus Ipul kepada para buruh, Jumat (23/3).

Pada kesempatan itu, Gus Ipul sempat menggelar pertemuan dengan jajaran direksi yang dipimpin Komisaris PT Santos Jaya Abadi Christeven Mergonoto. Gus Ipul juga menyaksikan presentasi dari proses pembuatan berbagai produk Kapal Api. Mulai dari kopi tubruk, hingga kopi 3 in 1 instan.

Proses tersebut dimulai dari pemilihan kopi, pengolahan, pengemasan hingga distribusi. Gus Ipul lalu menyeduh kopi Espresso produksi perusahaan yang memiliki 400 varian produk tersebut. Dia lantas mengungkapkan filosofi kopi versi dirinya. “Melalui kopi, kita bisa tahu bahwa rasa pahit itu bisa dinikmati,” ujar Gus Ipul usai menyeruput kopi espresso di hadapan jajaran direksi Kapal Api.

Dalam diskusi juga dibahas perihal asal hingga harga bahan baku. “Saat ini, sekitar sembilan puluh lima persen menggunakan kopi lokal. Sisanya baru dari impor,” papar Christeven di depan Gus Ipul.

Kopi tersebut ada yang berasal dari Jatim, Lampung hingga Aceh. Sedangkan untuk jenis kopi tertentu masih perlu melakukan impor. di antaranya berasal dari Jamaika dan Brasil.



Untuk mengurangi impor, perusahaan telah menyiasati dengan memperbesar produksi dan memperbanyak varian produk. Di antaranya dengan membuat creamer. Dari yang awalnya berasal dari Belanda, kini bisa diproduksi sendiri.

Tak hanya itu, perusahaan sekaligus membuat kopi kapsul sebagai salah satu bentuk terobosan. Mendengar terobosan tersebut, Gus Ipul mengapresiasi dan berkomitmen untuk memperkuat basis produksi kopi lokal. “Kami bangga dengan perusahaan yang beroperasi dengan baik. Seperti Kapal Api yang sudah berdiri lama dan merambah pasar internasional,” ungkap mantan Ketua Umum GP Ansor tersebut.

Menurutnya, perusahaan yang memperkerjakan ribuan karyawan itu harus terus dikawal. Sebab produksi kopi menimbulkan efek domimo positif yang bukan hanya bermanfaat bagi perusahaan. Namun juga petani hingga distributor. “Salah satu yang membuat Jatim maju adalah perusahaan seperti ini,” jelas Gus Ipul.

Di akhir kunjungannya, Gus Ipul foto bersama dengan ribuan buruh. Bersama Christeven, Gus Ipul dan para buruh duduk bersila di halaman pabrik. “Jangan lupa ya, kabeh sedulur, kabeh makmur,” pekik Gus Ipul.


(did/JPC)