Gus AMI: Pemimpin Harus Melek Teknologi

Gus AMI: Pemimpin Harus Melek Teknologi - JPNN.com

Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar saat mengisi materi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) VII GP Ansor. Foto: GP Ansor

jpnn.com, SERANG – Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, pemimpin yang berkualitas lahir dari kemampuan menyelesaikan tantangan, termasuk teknologi.

Pria yang memiliki nama alias Gus AMI itu menyampaikannya saat mengisi materi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) VII GP Ansor di Pondok Pesantren An-Nawawi Al-Bantani, Tanara, Serang, Banten, Jumat (6/9).

Di hadapan lebih dari seratusan kader Ansor terbaik tingkat nasional, Gus Ami juga meminta peserta PKN agar paham teknologi.

BACA JUGA: Gus AMI: Ekonomi dan Religius Adalah Isu yang Sangat Strategis

“Ansor sebagai kawah candradimuka kepemimpinan NU harus melahirkan pemimpin yang sigap soal teknologi serta beradaptasi dengan hal baru,” kata pria yang juga ketua umum DPP PKB itu.

Di era perkembangan teknologi informasi, lanjut Gus AMI, harus ada perubahan cara pandang kepemimpinan.

Menurut Gus AMI, pemimpin harus bisa mengombinasikan kondisi lapangan atau sosio-cultural dengan teknologi informasi.

Dengan demikian, peserta PKN, diharapkan mampu menggabungkan model kepemimpinan yang bersinergi dengan teknologi informasi.

“Sebab itu, saya merasa bangga diundang ke sini, diajak berpikir bagaimana mencetak pemimpin dan tentang masa depan bangsa Indonesia,” katanya.

Dia menambahkan, beberapa tahun terakhir, GP Ansor telah menunjukkan eksistensinya dan merupakan organisasi di lingkungan NU yang paling dibanggakan.

Oleh karena itu, katanya, konsistensi ini harus terus dijaga untuk mengisi kebutuhan masa depan bangsa.

Meurut Gus AMI, NU akan memasuki masa keemasan atau Golden Times sejak didirikan pada 1926.

Biasanya, sambung Gus AMI, mendekati masa 100 tahun akan ada keajaiban-keajaiban.

“Insyallah dengan konsistensi dan soliditas, kita akan mampu menopang masa 100 tahun NU. Tak hanya menyiapan menjelang 100 tahun, tetapi juga menyiapkan 100 tahun ke depan berikutnya,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Abdul Rochman mengungkapkan, momentum menjelang 100 tahun NU merupakan ajang untuk refleksi diri.

“Dalam masa ini, dibutuhkan totalitas dalam belajar dan beradaptasi dengan hal baru,” ujar Adung, sapaannya. (jos/jpnn)