Guru PAUD Diminta Mengajarkan ke Siswa untuk Mengenal Uang Asli

JawaPos.com- Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) merupakan lembaga pendidikan nonformal pertama bagi anak-anak. Para pendidik di lembaga tersebut mayoritas perempuan. Sabtu (23/2), para guru Paud se-kecamatan Tarik, Balongbendo, dan Krian berkumpul bersama di ruang pertemuan kolam renang WKS Desa Penambangan, Balongbendo.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir perwakilan dari Bank Indonesia (BI) serta anggota komisi XI DPR RI Indah Kurnia. Mereka juga menyampaikan tentang sosialisasi ciri-ciri keaslian uang NKRI. Harapannya, pengenalan tentang alat tukar tersebut menjadi materi dalam kegiatan belajar di Paud. Sebab, banyak hal yang bisa dijelaskan kepada para siswa tentang uang.

Kepala unit layanan kas kantor perwakilan BI Jatim Sujito menjelaskan, mengenal uang sejak kecil bisa berdampak pada tumbuh kembang anak-anak. “Bisa belajar calistung (baca, tulis, hitung),” kata Sujito.

Selain itu, pemahaman tentang uang jarang sekali dipahami oleh anak-anak. Hal itu bisa berpotensi menjadi penyebaran uang palsu yang masih marak terjadi.



“Banyak modus penyebaran uang palsu melalui toko kelontong, tidak menutup kemungkinan anak-anak bisa menjadi korban,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Indah Kurnia. Bahkan dia menyampaikan bahwa peredaran uang palsu sangat mungkin terjadi menjelang pemilu.

“Beberapa bulan ke depan banyak momen hari besar, baik itu pemilu dan Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut sangat rawan peredaran uang palsu,” terang Indah.

Dia berharap para guru Paud menjadi agent of knowledge kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. “Mereka tidak hanya berinteraksi dengan anak-anak saja, namun para orang tua anak. Sehingga memiliki peran penting terkait pemahan tersebut,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua panitia Evi Rachmawati menjelaskan bahwa ajang silaturahmi tersebut merupakan kegiatan rutin. “Tentu saja banyak hal yang didapat. Baik menguatkan silaturahmi antar guru maupun inovasi baru yang disampaikan pemateri tentang mendidik anak-anak,” ungkapnya. 

Editor           : Dida Tenola

Reporter      : Ludry Argo Wisnu Prayoga