Guru Culik Siswa untuk Diajak Camping di Poncokusumo Malang, Begini Nasibnya

KEPANJEN – Sungguh bejat kelakuan Sobirin, oknum guru asal Dusun Golek, Desa Karangduren, Pakisaji, Kabupaten Malang ini. Ia dengan sengaja membawa salah satu anak didiknya untuk camping di Kawasan Poncokusumo, Kabupaten Malang tanpa sepengetahuan guru ataupun orang tua. Ia mengajak LB, bocah SD berusia 9 tahun asal Pakisaji, Kabupaten Malang, sejak Rabu, (19/9) hingga kemudian diketemukan polisi, Sabtu, (22/9).

Korban diajak pelaku saat proses belajar mengajar masih berlangsung. “Sepeda kamu hilang, ayo ikut aku untuk cari,” sebut Wakapolres Malang, Kompol Yhogi Setiawan, memperagakan modus pelaku. Hilangnya korban menurut Yhogi merupakan hal yang aneh karena hilangnya anak ini saat proses belajar mengajar sedang berlangsung.

Korban pun disembunyikan oleh pelaku Sobirin, dan semenjak itu dinyatakan hilang oleh guru SD setempat. “Pelaku membawa korban ke rumah saksi E, untuk kemudian korban diajak untuk naik ke gunung,” beber Yhogi.

Pelaku bukannya tanpa rencana, tapi sudah mempersiapkan segala perlengkapan untuk naik ke atas gunung. “Persiapan pelaku berupa tas camping beserta peralatan masak, beserta bahan makanan,” ungkap Yhogi.

Kemudian korban pun dibawa naik ke gunung di daerah Poncokusumo, Kabupaten Malang. “Di daerah Lembah Pani, Poncokusumo ini dia membuat tenda bersama korban,” beber Yhogi.



Gerak cepat Polres Malang pun berbuah manis, pelaku berhasil ditangkap di daerah Lembah Pani di Poncokusumo. “Pelaku melawan dan mencoba kabur saat ditangkap jadi kita terpaksa lumpuhkan,” beber Yhogi. Timah panas akhirnya harus bersarang di kaki pelaku.

Kini, pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya karena pelaku dengan sengaja mengajak orang yang belum dewasa yang dia tidak punya kuasa atasnya. Oknum guru ini terkena pasal 330 terkait tindak pidana yang ia lakukan. “Ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tutup Yhogi.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Elfran Vido