Gunungkidul Dilanda Kekeringan, Ribuan KK Butuh Air Bersih

Gunungkidul kekeringan

JawaPos.com – Meski baru memasuki awal musim kemarau, bencana kekeringan mulai melanda Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Setidaknya 32.607 Kepala Keluarga (KK) mengalami kesulitan air bersih dan membutuhkan bantuan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kekeringan tersebut dialami di 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Gunungkidul.

Perinciannya yakni Kecamatan Girisubo ada 4.572 KK; Nglipar 1.854 KK; Kecamatan Paliyan 6.014 KK; Panggang 1.232 KK. Kemudian di Purwosari 912 KK; lalu di Kecamatan Rongkop ada 3.820 KK.

Sejumlah warga tengah mengantri jatah dropping air bersih. (dok. BNPB)

Selanjutnya di Tanjungsari ada 3.100 KK; di Kecamatan Tepus ada 8.232 KK; di Ponjong ada 766 KK. Kemudian di Kecamatan Gedangsari ada 1.106 KK. “Di Kecamatan Ngawen sedang dalam pendataan,” katanya, dalam keterangan tertulisnya yang diterima JawaPos.com, Senin (25/6).

Dalam penanganannya, upaya yang dilakukan pihak terkait yakni dengan mendistribusikan air bersih. Sebanyak 3.360 tangki air bersih telah disiapkan untuk disalurkan.

Masing-masing tangki bermuatan 5 ribu liter yang akan diangkut memakai 6 unit armada tangki. Per harinya distribusi ditargetkan mampu menyalurkan 24 tangki. “Pendistribusian sudah dimulai sejak Senin (4/6) sampai sekarang,” ucapnya.

(dho/JPC)