Gunung Agung Tampak Tenang, Kalau Malam masih Ada Glow Sinergi Jawa Pos

Kemudian para periode pukul 18.00 hingga 24.00 Minggu (24/12) teramati sinar api pada CCTV Bukit Asah. Menurut Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, hal itu terjadi karena panas dan terang dari lava pada permukaan kawah yang cahayanya memantul pada asap yang keluar. “Sinar api atau glow muncul karena panas dan terang lava yang memantul pada asap yang keluar,” ungkapnya.

Dan untuk pengamatan Senin (25/12) sejak pukul 12.00 hingga 18.00 masih tercatat sejumlah kegempaan. Yakni gempa hembusan sebanyak 6 kali amplitudo 4-18 mm durasi 40-70 detik, vulkanik dangkal 2 kali amplitudo 3-15 mm durasi 15-25 detik dan tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 1-4 mm (dominan 1 mm). “Hal ini menunjukkan aktifitas didalam tubuh Gunung Agung masih tinggi,” imbuhnya.

Maka dari itu pihaknya masih akan terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi Gunung Agung.

Atas kondisi tersebut, maka hingga saat ini status Gunung Agung masih Level IV (Awas). Maka dari itu PVMBG merekomendasikan agar masyarakat disekitar gunung agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 8 km dari kawah Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 10 km dari kawah Gunung Agung. 



(bx/ras/yes/JPR)