Gunakan Wig Cornrow, Label Comme des Garcons Panen Hujatan

RADARMALANGID – Label fesyen asal Jepang, Comme des Garçons, selalu membuat kreasi yang di luar batas. Tapi kali ini, kreasi mereka dianggap sudah keterlaluan.

Melansir New York Post (19/1), Comme des Garçons menampilkan lini musim gugur dan musim dingin tahun 2020 untuk pria dalam gelaran fesyen tahunan Paris Fashion Week.

Selain baju-baju berwarna cerah, ada satu hal lain yang menjadi perbincangan para tamu undangan dan media, yakni wig gaya rambut cornrow yang dikenakan para modelnya.

Penggunaan wig cornrow tersebut langsung mendapat kritik dari netizen di internet, terutama yang menyebutnya sebagai pelanggaran budaya, karena sebagian besar model berkulit putih padahal gaya rambut cornrow identik dengan budaya kulit hitam.

Selain soal pelanggaran budaya, penggunaan wig yang tidak tepat – dimulai dari dahi model, dikenakan mirip topi, membuat wig cornrow amat terlihat konyol.

“Bahkan saya tidak bisa marah saking jijiknya dengan hal ini,” tulis pengguna Twitter, Tantine P.

“Mengapa cornrow menutupi dahi mereka seperti itu,” kata pengguna Twitter Johnny Boy.

Tidak semua model memakai wig, seperti beberapa model berkulit hitam yang aslinya memiliki rambut lebih panjang.

Julien d’Ys, penata rambut untuk pagelaran fesyen Comme des Garçons, mengatakan ide itu terinspirasi oleh gaya rambut pangeran-pangeran Mesir kuno.

Ia telah meminta maaf di Instagram atas pelanggaran tersebut.

“Kepada semua pihak yang terhormat, Inspirasi saya untuk acara Comme des Garçons adalah gaya rambut pangeran Mesir yang saya temukan benar-benar indah dan inspiratif,” tulisnya.

“Gaya rambut ini merupakan persembahan atas inspirasi tersebut. Saya tidak pernah bermaksud untuk menyakiti atau menyinggung siapa pun, tidak pernah. Jika saya melakukannya, saya sangat meminta maaf.”

Penulis: Elsa Yuni Kartika
Foto: Insider