Gunakan Jargas, Warung Lesehan Hemat Rp 3 Juta Per Bulan

JawaPos.com – Penghematan adalah poin utama yang selalu dicari oleh pelaku usaha. Salah satunya, dilakukan oleh Bambang Kushadi, pemilik Lesehan Sarmila di Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Bambang yang memulai usahanya sejak 1994 tersebut berhasil memangkas biaya pengeluaran bahan bakar gas berkat penggunaan jaringan gas (jargas) PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. Pria berusia 55 tahun ini telah menggunakan jargas PGN selama hampir dua bulan. Semula, dia mengandalkan gas LPG ukuran 5,5 kilogram.

Dalam sehari, warung makannya bisa menghabiskan penggunaan gas sebanyak 2 hingga 3 tabung. Biaya yang dikeluarkan pun mencapai Rp 220 ribu hingga Rp 330 ribu dalam sehari. Sejak beralih ke jargas PGN, kini pengeluarannya untuk bahan bakar berkurang hingga 50 persen. “Selisihnya separoh, Rp 6 juta ke Rp 3 juta per bulan,” kata Bambang di warungnya.

Selain harga, menurutnya jargas PGN memiliki beberapa keunggulan. Seperti durasi aliran gas yang bisa secara terus menerus selama 24 jam. Sehingga, dia tidak perlu repot dan khawatir saat stok gas habis terutama di malam hari. Sebab, Bambang mulai beraktivitas untuk menyiapkan warung dari pukul 05.00 WIB sampai 20.00 WIB. “Kayak waktu itu pernah toko depan (penjual LPG) ke Surabaya lalu susah carinya,” paparnya.

Dia menjual menu makanan khas Lamongan dan Pasuruan dengan varian lauk mulai dari tempe hingga ayam. Harga makanan dijual di kisaran Rp 6.000 hingga Rp 17.000 per porsi. Dia menjelaskan untuk penggunaan daging ayam yang habis bisa mencapai 40 hingga 50 kilogram sehari.

“Saat puasa sampai 100 kg lebih. Pembantu ada 7, per hari saya total membayar Rp 350.000, untuk belanja bahan makanan bisa Rp 1 juta per hari,” urainya. Untuk pelanggan komersil seperti Bambang, tarif jargas yang diberikan sebesar Rp 6.000/m3, sementara rumah tangga dipatok sebesar Rp 4.250/m3.

Editor : Kuswandi

Reporter : Virdita Rizki Ratri