Gulali Hingga Monopoli Ramaikan Management Entrepreneur Days FEB UB

KOTA MALANG – Aneka jajanan hingga mainan jadul dijajakan 320 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB). Ratusan mahasiswa jurusan Manajemen yang dibagi menjadi 40 kelompok tersebut berinovasi untuk mendapatkan nilai terbaik pada mata kuliah Laboraturium Kewirausahaan. Mereka unjuk kreasi dalam gelaran Management Entrepreneur Days yang digagas oleh Jurusan Manajemen di Halaman Parkir FEB UB hari ini (29/4).

Mahasiswa-mahasiswa kreatif ini memajang dagangan mereka mulai dari gulali hingga monopoli di stan yang telah disediakan. Pihak panitia sendiri menyelenggarakan event ini dengan tema Indonesian Culture Herritage. Sehingga, mau tidak mau mahasiswa berinovasi dan menjual barang yang bernuansa heritage.

Diantara beberapa stan yang menarik perhatian adalah milik kelompok yang diketuai oleh Windriya Dhayita. Mereka menyebut produk mereka dengan nama Sastra Daksa. Yaitu sebuah interactive book yang targetnya menyasar anak usia Sekolah Dasar (SD). Buku ini tak hanya berisi tulisan namun juga ada pop up hingga kertas-kertas yang jika digeser memperlihatkan nama makanan disebuah daerah.

“Untuk edisinya ini ada beberapa. Semua pulau kami buat edisinya. Yang ini edisi Jawa, ada Jawa Timur, Jawa Tengah, Hingga Jawa Barat. Mulai dari makanan sampai lagu tradisional ada di sini. Nggak banyak tulisannya, malah yang banyak gambar. Karena ini untuk anak SD, jadi kami bikin buku yang ada aktivitasnya seperti ada bagian lembar kertas yang bisa digunting gambarnya kemudian disusun menjadi bentuk baju adat jawa,” beber mahasiswa semester 6 ini.

Untuk membuat interactive book ini, 6 anggota kelompok harus mengumpulkan dana antara Rp 1,7 hingga Rp 2 juta yang mereka habiskan untuk membuat buku dan mendekor stannya.



Lain lagi halnya dengan stan di dekat pintu masuk yang diketuai oleh Gani. Dalam stan ini, tak banyak dekorasi yang dipakai, hanya ada Yamaha V80 jadul yang ditempeli mainan-mainan anak sekolahan tempo dulu. Gani mengatakan bahwa konsepnya ini terbilang murah dan simple sebab hanya menghabiskan dana tak lebih dari Rp 400 ribu.

“Meski cuma mainan yoyo, pesawat terbang, dakon, tapi stan kami sudah diburu pak Erfan dosen kami loh tadi. Kita emang nggak suka yang terlalu memakan banyak anggaran. Karena di otak kami bagaimana bisa dengan model sesedikit mungkin menghasilkan omzet yang besar. Lagipula ini antimainstream dan dapat mengingatkan kita pada masa kecil,” tegas dia.

Sebagai informasi, acara ini digelar hingga besok, 30 April 2019. Di akhir acara, akan ada perform spesial dari grup musik kenamaan Klanthink. Acara ini sendiri kini sudah dipadati kurang lebih 2.500 mahasiswa FEB UB

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia