Guguran Lava Pijar Merapi Sulit Terlihat dengan Mata Telanjang

JawaPos.com – Guguran lava Merapi saat ini masih sulit terpantau dengan mata telanjang, meski saat malam hari. Kendati demikian, masih banyak potensi wisata di lereng Merapi yang bisa dinikmati oleh wisatawan.

“Sementara sampai saat ini belum kelihatan dengan memakai mata telanjang. Kalau untuk wisata, siap untuk disinggahi wisatawan,” kata Ketua Paguyuban Masyarakat Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Badiman, kepada JawaPos.com, Minggu (16/12).

Untuk diketahui, menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) saat ini Merapi masih berada di level II atau Waspada. Terkadang, guguran lava pijar akan terlihat ketika malam hari. Tercatat lava pijar terlihat pada Minggu, 16 Desember 2018 sekitar pukul 19.06 WIB.

Menurut Badiman, potensi wisata di lereng Merapi yang berada di wilayah Sleman cukup beragam, semisal saja Jeep Lava Tour. Kemudian ada pula beberapa bekas rumah warga yang difungsikan sebagai memorabilia erupsi 2010.

Kemudian, ada pula warung-warung kopi yang dibuka oleh warga lokal. Menjanjakan kopi hasil produksi tanaman sendiri. “Masih tetap aman untuk wisata, asalkan dalam jarak yang aman,” katanya.

Sementara itu, Komandan Search and Rescue (SAR) Linmas Kaliurang, Kabupaten Sleman, Kiswanta menambahkan, hingga kini guguran lava pijar belum bisa terpantau itu di wilayahnya. “Melalui gardu pandang di Kaliurang, sampai saat ini juga belum bisa terlihat,” katanya.

Guguran lava pijar ini memang sudah beberapa kali terjadi. Terakhir pada Minggu (16/12) sekitar pukul 19.06 WIB. “Ya baru saja ada laporan,” ucapnya.

(dho/JPC)