Gubernur Sulsel Dorong Serapan Beras Bulog Naik

JawaPos.com – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah akan mendorong serapan Bulog terhadap beras petani terus mengalami kenaikan. Dari sebelumnya 10 persen, diharapkan bisa naik menjadi di atas 15 persen.

“Bukan hanya 10 persen. Sulsel masih memiliki potensi. Ada daerah yang belum dilirik. Di antaranya Kabupaten Luwu Raya. Orang Luwu Raya beli beras di Sidrap, dan tantangan Bulog untuk membangun rice processing di Luwu Raya,” kata Nurdin usai Rapat Koordinasi (Rakor) Serap Gabah/Beras Petani (Sergap) Sulsel dan Barat di Baruga Lappo Ase, Makassar, Kamis (7/2).

Tantangan yang ada saat ini, petani kesulitan mendapatkan benih dan pupuk. Jika kebutuhan bisa dipenuhi, maka petani akan dapat diajak untuk bekerja sama. “Untuk Sulsel juga akan melakukan upaya mengadakan stok periode Februari sampai Mei. Ada 500 ribu hektare, akan panen 1 juta ton” sebut Nurdin.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Mayjen TNI (Purn) Bachtiar menuturkan, Sulsel mendukung ketahanan pangan dan lumbung beras yang diandalkan di Indonesia. Saat panen raya hasilnya bisa mencapai 2 juta ton lebih.



Kebijakan melalui Peraturan Gubernur (Pergub), minimal sepuluh persen 10 persen dari total produksi padi di wilayah Sulsel diserap Perum Bulog. “Target pengadaan Divre Sulselbar untuk triwulan pertama Januari hingga Maret 2019 sebanyak 224.423 ton,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi mengapresiasi upaya khusus percepatan Sergap 2019. “Semoga forum ini kesepakatan agar mencapai target untuk wilayah Sulsel, Sulbar dan Sultra,” harapnya.

Semetara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi Hendriadi menyampaikan, ketahanan pangan hanya bisa tercapai jika pemerintah memiliki kekuatan. “Saya selalu mendengar Sulsel aman karena cadangan beras kami lebih baik,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Sulsel dan Bulog Divre Sulsebar tentang kedaulatan pangan, penguatan stok pangan, dan penyediaan data dan informasi wilayah panen.

Editor           : Sofyan Cahyono

Reporter      : Sahrul Ramadan