Green School Festival 2018 Segera Dimulai

MALANG KOTA – Para peserta Green School Festival (GSF) 2018 yang akan berlomba di tingkat Kota Malang, mulai besok mendapat pembekalan dari panitia. Melalui program workshop, peserta yang terdiri dari seluruh SD dan SMP se-Kota Malang akan diberi materi terkait teknis lomba. Rencananya, untuk Rabu besok (15/8), workshop GSF khusus peserta tingkat SD akan digelar di Hotel Aria Gajayana.

Untuk diketahui, GSF yang merupakan hasil inisiasi Dinas Pendidikan Kota Malang ini merupakan lomba lingkungan sehat antar-sekolah. Tahun 2018 ini sudah masuk tahun kelima. Pada GSF tahun ini, lomba yang diadakan menggunakan metode Participatory Eco-Education

Appraisal. Artinya, metode pengelolaan lingkungan yang aktif dan kreatif. Penerapannya melibatkan seluruh elemen di sekolah.
Ada dua hal yang dilombakan, yakni tentang Participatory Eco-Education Appraisal dan pameran hijau mading 3D (tiga dimensi). Ada sebanyak 6 kategori lomba yang diadakan GSF kali ini.

Pertama, sekolah dengan literasi teknologi informasi terbaik. Kedua, sekolah dengan inovasi media pembelajaran lingkungan terbaik. Ketiga, sekolah dengan eco-teknologi terbaik. Keempat, sekolah dengan pendidikan dan pembelajaran kesehatan terbaik. Kelima, sekolah dengan suporter terbaik. Dan terakhir, sekolah terunik pilihan seluruh juri.

Sementara dalam workshop besok, pemateri yang dihadirkan antara lain ketua tim juri GSF Fadillah Putra PhD. Dosen Universitas Brawijaya ini akan memberikan materi eco-education appraisal. Kemudian ada juri Dwi Fitri Wiyono yang menjelaskan teknik pembuatan mading 3D, dan juga juri Verdi Indra Satria yang akan memberikan pemaparan tentang pembuatan peta kesimpulan.



Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM mengungkapkan bahwa acara yang tiap tahun digelar ini mampu menggugah kesadaran akan lingkungan hijau sejak dini. ”Pastinya bagus jika tiap tahun ada kegiatan seperti ini. Sekolah juga bisa sebagai penguatan pendidikan karakter seperti nilai cinta lingkungan melalui pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan,” ujarnya.

Pewarta: Octo Pratama
Editor: Amalia
Penyunting: Abdul Muntholib