Grand Show Reartism Persembahkan Kerinduan Masa Lalu dan Keindahan Masa Kini

Wakil Rektor III UM Dr Syamsul Hadi MPd (dua dari kiri) menyerahkan piala best of the best kepada Novia Eka Sasmita.

MALANG KOTA – Busana karya mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM) yang ditampilkan dalam Grand Show Reartism UM pada Sabtu (28/10) di Graha Cakrawala UM bisa dibilang tak kalah dengan karya para desainer kenamaan.

Misalnya karya busana yang mengusung tema Vigilant, sebuah desain busana dengan perpaduan selaras antara kerinduan masa lalu dan keindahan masa kini.

Ciri khasnya tampak pada perpaduan warna yang kontras, tapi terkesan kalem (tenang). Dibandingkan dengan tema lainnya, mode yang satu ini lebih sederhana tapi ketika dipakai akan terlihat mewah.

Ditampilkan melalui bentuk basic dan potongan sederhana yang dikemas dalam kombinasi warna yang solid. Busana dalam tema ini dibentuk dengan model blazer.

Selanjutnya, ada tema Archean. Archean diilhami dari periode awal terjadinya ”fotosintesis” bumi. Archean mewakili pemikiran esensi kehidupan pada saat bumi masih berusia muda dan berproses menjadi sebuah dunia yang memiliki kehidupan kompleks.

Busana ini mempresentasikan bentuk, situasi, dan kondisi yang mengingatkan pada material alam. Warna organisme yang tampak sederhana, tapi tetap terkesan elegan. Busana Archean ini banyak menampilkan gaun berbentuk belahan-belahan, model bergelombang, hingga rumbai-rumbai. Ada pula yang dikemas layaknya pesta topeng.

Wakil Rektor III Universitas Negeri Malang (UM) Dr Syamsul Hadi MPd MEd menyebutkan, 275 karya ini akan menjadi inspirasi awal bagi mereka (mahasiswi jurusan tata busana) untuk memulai karir di bidang fashion. ”Diharapkan nama para desainer muda ini ke depannya bakal mendunia,” ujarnya. Selain dua tema itu, sebelumnya juga sudah diulas 2 tema busana, yakni Digitarian dan Criptyc.

Sementara itu, di penghujung acara, diumumkan beberapa kategori pemenang. Di antaranya, Best of Team dari masing-masing tema, yakni terbaik diraih Rifkah Izza (Digitarian), Nila Kusumaningtyas (Vigilant), Siska Wahyuni (Criptyc), Aldila Mentari (Archean). Kedua, yakni kategori Best Sewing yang dimenangkan Vinna Oktaverina. Ketiga, kategori Best Creativity Fabric diraih Widya Artanti dan Best Design Frida Christia. Selanjutnya,  kategori Best Team diraih Archean dan Best Display-nya Vigilant. Secara keseluruhan, Best of the Best dimenangkan Novia Eka Sasmita.

Acara ini semakin semarak dengan tarian dari Channel Star yang mempertunjukkan tarian kontemporer serta dimeriahkan dengan kehadiran Yura Yunita, penyanyi solo yang tengah naik daun, di akhir acara. Yura menyanyikan 6 lagu. Di awal pembukaan acara, dia menyanyikan  lagu dari albumnya, yakni Buktikan, Kasih Jangan Kau Pergi, dan Intuisi. Di tengah acara, dia menyampaikan kalau senang bisa hadir lagi di Kota Malang. ”Suara orang Malang merdu-merdu,” ujarnya. Selain itu, dia membawakan lagu-lagu barat  favoritnya, seperti Shape of You dan Let Me Love You.

Yura tampak begitu lincah saat beraksi di panggung. Sesekali dia berduet dengan pemain saksofon dan juga penabuh drum. Namun, ada dua lagu yang memang spesial dia bawakan dengan alunan keyboard.

Penonton pun semakin hanyut menyanyikan lagu berjudul Berawal Dari Tatap bersama Yura. Tak hanya itu, penonton juga dibuat histeris saat Wakil Rektor III UM Syamsul Hadi diajak bernyanyi bersama Yura dengan lagu Sunda Na Ku Naon. Saat menyanyikan lagu daerah asalnya, Yura berpesan agar para penonton boleh menyanyikan semua genre lagu, tapi tidak boleh lupa dengan budaya asalnya.

Pewarta: NR3
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Rubianto