Grafolog Ungkap Kepribadian Pelaku Mutilasi Pasar Besar, Begini Hasilnya

KOTA MALANG – Terduga pelaku mutilasi wanita di Pasar Besar Malang (PBM) bernama Sugeng, 49, dibekuk pihak kepolisian, Rabu (15/5). Banyak masyarakat yang penasaran bagaimana kepribadian pelaku hingga tega menghabisi seorang wanita muda.

Untuk membaca sedikit kepribadian Sugeng, tim radarmalang.id membawa bukti tulisan warga Jodipan itu kepada ahli Grafologi dari Surabaya Graphology Community, Monica Hillaramdani, S.I.Kom, CHA. Kepada radarmalang.id ia menjelaskan detail penulisan Sugeng mulai dari margin hingga tinggi huruf yang sudah bisa dibaca untuk menggambarkan kepribadian.

Menurut Monica, tulisan yang dibuat Sugeng memiliki margin yang rapat, hampir tidak menyisakan ruang sama sekali. Kalaupun kosong, Sugeng mengisinya dengan gambar seperti bendera swiss. Hal ini menunjukkan bahwa Sugeng merupakan pribadi yang kaku.

“Ditambah lagi dengan tulisan yang lebar, besar, dan tinggi. Semakin lebar ini indikasi seseorang yang memiliki keinginan kuat. Selain itu bentuk tulisan yang semakin tinggi menunjukkan bahwa seseorang tersebut juga memiliki ego yang tinggi serta emosi yang tak tersalurkan,” jelasnya.

Huruf-huruf kapital atau besar yang dibuat di tengah kalimat seperti pada tulisan ‘RuWetmu’ menunjukkan kepribadian yang suka mengabaikan peraturan. Namun di balik pembacaan yang mengarah pada kepribadian negatif, Monica juga membaca sifat positif yang kemungkinan dimiliki Sugeng.

Dapat dilihat dari tulisan ‘Ruwet’ ini Sugeng menggunakan huruf E berbentuk seperti angka 3 terbalik. Menurut Monica, gaya tulisan ini sudah jarang ditemui. Di balik huruf tersebut dapat dibaca bahwa pelaku memiliki minat kebudayaan, serta mencintai keharmonisan dan kelembutan. Sugeng diindikasi tidak suka hal yang berbau kasar

“Nah tapi nggak tau lagi kalau dia suka kelembutan bisa sampai berbuat seperti itu. Untuk mendalami ini memang harus psikolog yang meneliti,” sambungnya.

Lebih lanjut dari kemiringan dan kedekatan kata, semua terlihat ditumpahkan. Ada tanda koordinasi jari tangan yang baik. Keterampilannya membuat huruf N dan M yang bulat juga menunjukkan pola pikirnya yang metodis.

“Dia ini pengorganisasiannya bagus. Dia sudah tahu apa yang akan dilakukan, apapun yang akan dilakukan dipikir dulu stepnya. Dia ini pola pikirnya seperti ini, apa nih yang akan aku lakukan, harus bagaimana nanti, apa akibatnya, semua terencana dan terstruktur,” terang dia.

Sehingga kesimpulan yang bisa didapatkan, Sugeng kemungkinan memiliki sifat kaku, egoisme yang tinggi dan tekanan emosi yang tidak bisa tersalurkan. Akan tetapi ia ternyata bukan orang yang suka dengan perlakuan kasar, cinta keharmonisan, serta orang cukup metodis. Untuk identifikasi apakah ia skizofrenia Monica tidak bisa memastikan karena itu merupakan kewenangan psikolog.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Darmono
Penyunting: Fia