Google Kenalkan SMS Terverifikasi dan Perlindungan Spam

JawaPos.com – Bagi kamu yang kerap merasa terganggu dengan pesan singkat (SMS) dari nomor tak dikenal atau tiba-tiba mempromosikan sesuatu mungkin akan senang dengan kabar ini. Google baru saja memperkenalkan fitur baru untuk menghindari orang-orang menerima SMS menyebalkan.

Sebagaimana dikutip JawaPos.com dari laman resminya, Sabtu (14/12), Google dalam upaya melindungi penggunanya dari SMS-SMS menyebalkan baru saja memperkenalkan fitur SMS terverifikasi dan perlindungan spam. Sayangnya, fitur tersebut terbatas bisa dirasakan manfaatnya oleh penggunanya. Salah satunya di Amerika Serikat (AS).

Dalam sebulan terakhir ini, Google memang diketahui telah mengaktifkan fitur Rich Communication Services (RCS) untuk semua operator AS dalam aplikasi Google Messages-nya sendiri. Pengguna yang belum mengaktifkannya harus memperbarui aplikasi Pesan dan Layanan Operator.

Selain akhirnya memberikan penerus yang layak untuk SMS, Google mengumumkan beberapa fitur baru yang dimaksudkan untuk menjaga pengguna aman dari spam-SMS atau bot-SMS mengganggu atau memiliki niat jahat. Google membawa ‘SMS Terverifikasi’ untuk membantu penggunanya mengidentifikasi keaslian SMS untuk pesan bisnis misalnya. Pesan yang terverifikasi akan menunjukkan kepada user nama dan logo perusahaan di jendela obrolan.

Selain di AS, fitur SMS yang diverifikasi ini bakal meluncur juga di India, Meksiko, Brasil, Inggris, Prancis, Filipina, Spanyol, dan Kanada dengan lebih banyak negara dalam perjalanan. Sementara untuk fitur kedua yakni Perlindungan Spam, fitur selanjutnya ini tidak sepenuhnya baru, tetapi Google sekarang meluncurkannya secara lebih luas di seluruh AS.

Perlindungan Spam real-time memperingatkan pengguna tentang pesan spam yang dicurigai dan mendeteksi apakah tautan dalam pesan tersebut dapat mengarah ke situs web yang tidak aman. Pengguna juga dapat melaporkan pesan teks spam dan memblokir sumber agar tidak mengirim teks lagi.

Salah satu pesan atau SMS menyebalkan yang paling terasa di Indonesia saat ini adalah tiba-tiba mendapatkan tawaran pinjaman uang. Selain itu, kerap juga didapati upaya penipuan lewat pesan singkat dengan modus transfer rekening bank dan banyak lagi.